274 Juta Hasil OTT Pungli di SMP 10 Batam di Ekspose

Kapolresta Barelang Kombes Hengky saat ekspose kasus pungli SMP 10 (Foto:Screenshoot video tribun Batam)

Batamupdate.com

Batam-Polresta Barelang melakukan ekspose kasus OTT Pungli SMP 10 Batam. 274 juta rupiah lebih uang dipamerkan dalam ekspose itu. Dalam pecahan 100ribu dan 50ribu.

Jumat(20/7), bertempat di lantai 2 Rupatama Polresta Barelang, Kapolresta Barelang Kombes Hengky ‘memamerkan’ barang bukti uang tunai dan kelima tersangka hasil tangkapan jajarannya itu.

Hengky saat ekspose itu didampingi Wakapolresta Barelang AKBP Muji Supriyadi yang juga merupakan Ketua Unit Pemberantasan Pungli(UPP). Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan hadir juga ketika itu.

“Pengungkapan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar dalam Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) tingkat SMP tahun 2018 di kota Batam berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi,” ucap Hengky dalam konferensi pers.

Mendapat informasi itu Hengky kemudian memerintahkan Kasat Reskrim dan Tim Saber Pungli untuk melakukan penyelidikan.
“Kasat Reskrim dan Tim turun ke TKP di Perumahan Pondok Asri. Ketika korban menyerahkan sejumlah uang, satu orang tersangka langsung diringkus,”kata Hengky.

“Dari hasil pengembangan, diamankan empat orang lagi. Total lima tersangka, inisial M, R, Bn, Ay dan Rh,”sambung orang nomor satu di Polresta Barelang itu.

Kata Hengky, kelima tersangka dijerat UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan korupsi.
“Kita jerat Pasal 12 huruf E, dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun”.

Barang bukti yang diamankan kata Hengky “uang tunai Rp 274.330.000, dokumen PPDB dan Handphone dan dokumen terkait lainnya,” lanjut Hengky.

Modus ‘pemalakan’ di dunia pendidikan itu dengan meminta uang dari korbannya untuk membeli kebutuhan seragam sekolah.
“Indeks harga baju itu 640ribu untuk tiga jenis. Seragam Melayu, Batik, dan seragam olah raga. Namun Rata-rata korban menyetor Rp 2.500.000,” kata Hengky.

Jumlah korban yang dipungli, “kurang lebih 171 orang,” kata Hengky saat ekspose itu.

Hengky juga menghimbau jika masyarakat mengetahui informasi adanya dugaan pungli agar segera melaporkan kejajarannya.

(Omrad)

Bagikan

Post Comment