Apa Kabar Jembatan Babin Pak Nurdin?

Ilustrasi jembatan Batam-Bintan (Foto:google)

Oleh:Nohoks

“Jembatan Batam-Bintan, bulan Juni akan groundbreaking,” kata Gubernur Kepri Nurdin Basirun, besutan partai Nasdem itu.

Kalimat di atas, dia sampaikan ke publik, 8 Maret 2018. Lewat media.

Nurdin, tampak berapi-api, usai restu lisan dari Jokowi, tentang rencana pembangunan proyek besar itu. Proyek prestisius membangun jembatan di atas laut. Menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan. Sepanjang 7 KM. Nama singkatanya:Babin.

Serasa tak akan ada hambatan. Peletakan batu pertama jembatan yang ditaksir berbiaya 13 Triiun itu, pun dia sebut akan dilakukan oleh Jokowi. Juni ini harusnya.
Namun, hari silih bertukar. Bulan pun berganti. Sampai Juni berakhir. Tanda-tanda groundbreaking tak kunjung kelihatan. Sinyal menjamah jembatan yang akan membentang di atas laut Kepri itu, tak kunjung dimulai.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi?

Dari awal, sejak rilis Nurdin, Batamupdate.com sudah meragukan  rencana proyek ini. Apalagi dalam waktu dekat. Bahkan sangat meragukan realisasi proyek prestisius ini, semasa Nurdin memimpin di tanah segantang-lada ini.(periode 2016 s/d 2021).

Baca beberapa artikel tentang ulasan ini di batamupdate.com. 

Baca:http://batamupdate.com/lupakan-jokari-nan-seksi-itu-nurdin-pdkt-ke-peresiden-jokowi/

Sebab, mekanisme persyaratan dan aturan teknis tentang proyek ini akan sangat berbelit. Tidak saja antara Kepri dengan investor asing, juga antara pemerintah Pusat dari Jakarta.

Salah satu masalah utama adalah dana yang akan digunakan  sangat besar. Bersumber dari dana pinjaman asing. Prosesnya pasti berliku. Dan, juga memakan waktu lama.

Entah maksud dan motif  apa sebenarnya di balik grasa-grusunya rilis rencana proyek besar ini. Konsorsium yang dibentuk sebagai penanggungjawab pendanaan proyek juga terlihat kepedeaan.
Adalah PT Pembangunan Kepri Raya lewat Josua Simanjuntak yang berkoar-koar akan segera dimulainya proyek jembatan di atas laut terpanjang di Indonesia itu.

Pihak mereka sesumbar,  sudah deal dengan BUMN Tiongkok: CCCC (China Communications Construction Company), akan kucuran dana besar itu.

“Kita tinggal pertemuan final. Dengan pihak pemberi pinjaman dari Tiongkok. Gubernur Basirun dalam waktu dekat akan ke Tianjin,” ujar Jhon Kennedy berapi-api, Maret lalu.

Kapasitas Jhon di sini,  sebagai penasehat ekonomi Gubernur Basirun. Dia sekaligus ditunjuk sebagai ketua konsorsium jembatan Babin. Dia Taipan Panbil Grup di Batam.

Batamupdate.com mengonfirmasi salah satu direktur operasional CMEC (China Machinery Engineering Corporation), Maret lalu juga. Lewat chatt WA. Sang direktur membantah. Dikatakan, realisasi  kucuran dana pinjaman dari negaranya tak secepat itu.

CMEC adalah BUMN Tiongkok induk dari CCCC. Perusahaan ini yang menalangi jembatan Suramadu di Surabaya dengan nilai kontrak US$ 308 juta, periode 2003-2009 lalu.

“Tidak segampang itu,” kata salah satu direksi BUMN Tiongkok itu. “Soal ada pertemuan dan adanya kesepahaman merajut joint venture, itu belum mengikat. Proses masih panjang lagi.”

Jembatan Babin:mimpi besar Nurdin. Rencana pembangunan jembatan ini bersamaan dengan rencana proyek Pelabuhan Kontiner moderen. Di kawasan Tanjung Sauh. Masih diseputaran areal rencana proyek jembatan itu. Pelabuhan kontiner standar dunia. Total rancangan anggaran biaya sekitar 23 Triliun Rupiah. Biaya Jembatan dan pelabuhan yang direncanakan itu.

Mimpi besar Nurdin ini, memang mendapat restu lisan dari Jokowi. Di Istana negara. Di Jakarta. Maret lalu.

Nurdin pun merilis. Proyek ini akan secepatnya dikerjakan. Publikasinya viral. Kini, gaung proyek jembatan ini ditelan sunyi. Senyap di tengah ingar-bingar perhelatan Pilkada serentak. Sepi di suasana riuh perhelatan Piala Dunia di Rusia.

Akankah mimpi Nurdin tentang jembatan dari ujung Tanjung Sauh, Batam itu akan mimpi berkepanjangan; sama dengan mimpi pendahulu Nurdin?

Atau, akankah mimpi Nurdin ini sama mimpi lelapnya dengan terowongan bawah laut antar dua negara. Antara Kukup di Malaysia-Karimun, Indonesia. Mimpinya yang juga sudah diulas di artikel Batamupdate.com itu?

Bermimpi itu sah sah saja pak Nurdin. Tapi hati-hati. Takut lupa siuman….(***)

Bagikan

Post Comment