Apa Kabar Jembatan Babin Pak Nurdin?

Ilustrasi jembatan Batam-Bintan (Foto:google)

Oleh:Nohoks

“Jembatan Batam-Bintan, bulan Juni akan groundbreaking,” kata Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang dari partai Nasdem itu.

Kalimat di atas itu dia sampaikan ke publik. Lewat media. Rilisnya seusai restu Presiden Jokowi. Tentang rencana proyek jumbo itu. Maret lalu.

Nurdin Basirun Gubernur Kepulauan Riau (Foto:google)

Nurdin, ketika itu, tampak berapi-api. Berencana membangun jembatan di atas laut. Menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan. Nama singkatannya:Babin.

Serasa tak akan ada hambatan. Peletakan batu pertama jembatan yang ditaksir berbiaya 13 Triiun itu, pun dia sebut akan dilakukan oleh Jokowi. Juni ini harusnya.

Namun, hari silih bertukar. Bulan pun berganti. Sampai Juni berakhir. Tanda-tanda groundbreaking tak kelihatan. Sinyal menjamah jembatan yang akan membentang di atas laut Kepri itu, tak kunjung dimulai.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi?

Dari awal, Batamupdate.com sudah menulis keraguan tentang rencana proyek ini. Apalagi dalam waktu dekat. Bahkan sangat meragukan realisasi proyek prestisius ini bisa terwujud. Semasa Nurdin memimpin di tanah segantang-lada ini.

Sebab, persyaratan dan aturan teknis akan sangat berbelit dari Jakarta. Berputar pada aturan kongkrit bentuk kerja sama dengan pemerintah. Dana yang akan digunakan juga sangat besar. Bersumber dari dana pinjaman asing. Prosesnya pasti berliku juga. Bukan dana dari kantong APBN. Semua masih khayalan.

Entah maksud apa sebenarnya di balik grusa-grusunya rencana proyek ini. Konsorsium yang dibentuk sebagai penanggungjawab pendanaan proyek juga terlihat kepedeaan. Sesumbar sudah deal dengan BUMN Tiongkok: CCCC (China Communications Construction Company). Akan kucuran dana besar itu.

“Kita tinggal pertemuan final. Dengan pihak pemberi pinjaman dari Tiongkok. Gubernur Basirun dalam waktu dekat akan ke Tianjin,” ujar Jhon Kennedy berapi-api ke publik.

Jhon kapasitasnya penasehat ekonomi Gubernur Basirun. Dia juga ketua konsorsium jembatan Babin. Dia Taipan Panbil Grup. Di Batam. Dia berbicara Maret lalu.

Batamupdate.com mengonfirmasi salah satu direktur operasional CMEC (China Machinery Engineering Corporation), Maret lalu juga. Lewat chatt WA. Sang direktur membantah. Realisasi kucuran dana pinjaman tak secepat itu.

CMEC adalah BUMN Tiongkok induk dari CCCC. Perusahaan ini yang menalangi jembatan Suramadu di Surabaya dengan nilai kontrak US$ 308 juta, periode 2003-2009 lalu.

“Tidak segampang itu,” kata salah satu direksi BUMN Tiongkok itu. “Soal ada pertemuan dan adanya kesepahaman merajut joint venture. Belum mengikat. Proses masih panjang lagi.”

Jembatan Babin. Mimpi besar Nurdin. Rencana pembangunan jembatan ini bersamaan dengan rencana proyek Pelabuhan Kontiner moderen. Pelabuhan kontiner standar dunia. Total rancangan anggaran biaya sekitar 23 Triliun Rupiah. Jembatan dan pelabuhan yang direncanakan itu.

Mimpi besar Nurdin ini, mendapat restu dari Jokowi. Di Istana negara. Di Jakarta. Maret lalu.

Nurdin pun merilis. Proyek ini akan secepatnya dikerjakan. Publikasinya viral. Kini, gaung proyek jembatan ini ditelan sunyi. Senyap di tengah ingar-bingar perhelatan Pilkada serentak. Sepi di suasana riuh perhelatan Piala Dunia-Rusia.

Akankah mimpi Nurdin tentang jembatan dari ujung Tanjung Sauh, Batam itu akan mimpi berkepanjangan; sama dengan mimpi pendahulu Nurdin?

Atau, akankah mimpi Nurdin ini sama mimpi lelapnya dengan terowongan bawah laut antar dua negara. Antara Kukup di Malaysia-Karimun, Indonesia. Mimpinya yang sudah diulas Batamupdate.com itu?

Baca:http://batamupdate.com/lupakan-jokari-nan-seksi-itu-nurdin-pdkt-ke-peresiden-jokowi/

Bermimpi itu sah sah saja pak Nurdin. Tapi hati-hati. Takut lupa siumannya….(***)

Bagikan

Post Comment