Bongkar Tuntas Dugaan “Sex Party” Di Kantor DPRD Batam

Ilustrasi (Foto:Google.com)

Oleh Emgeen

Zainal Abidin yang Wakil Ketua I DPRD Batam, tak cukup hanya marah-marah tak tentu arah soal dugaan skandal mesum di ruang kerjanya, Senin(23/7) lalu itu.

Dia harus segera membongkar tuntas faktanya dengan deskriptif, lalu membuka ke publik peristiwa yang sesungguhnya di ruang kerjanya itu.

Tidak saja hanya para pelaku, Zainal juga harus mempertanggungjawabkan aksi bejat teman dan dua stafnya itu secara sosial dan moral.
Itu sangat perlu, juga demi membersihkan nama baik Zainal sebersih-bersihnya dari kemungkinan asumsi publik yang sudah berkelebat ke mana-mana.

Apalagi Zainal sebagai kader Golkar yang partainya menganut Pakta integritas: berprestasi, dedikasi, loyalitas dan TIDAK TERCELA.

Tidak juga hanya bagi Zainal, bahwa kasus lend*r itu sesungguhnya telah mencemari pula marawah para wakil rakyat di DPRD Batam. Andai mereka menyadari itu.

Nalar masyarakat  juga belum bisa menerima sebatas pernyataan datar dari Zainal. Teriakan anggota Golkar itu dianggap belum lengkap selengkap-lengkapnya dan seterbukanya.
Meski terbetik kabar atau pengakuan Zainal sendiri ke media, bahwa Sekretaris Dewan(Sekwan) telah menjatuhkan sanksi ringan bagi dua stafnya Id dan Ay. Entah sanksi itu, betul apa betul.

Banyak publik menuding. Apa yang terjadi di gedung para wakil rakyat itu. Bisa jadi, itu hanya sebagai bagian dari benang merah dari hubungan yang sudah terajut. Paling tidak bagi dua staf dengan tamunya Zainal. Untuk itu muncul tanya:sebenarnya, sudah berapa kali tamu Zainal itu datang ke Batam?

Publik meragukan:masa seorang teman Zainal yang datang bertamu, ujuk-ujuk dan berani-beraninya melakukan dugaan tindakan asusila dengan dua perempuan staf Zainal di ruang kerja teman sendiri? Demikian juga kecurigaan ke pada dua stafnya, kok tak canggung dan bisa “sor” sendiri  “digituin” lalu tak keberatan, kalau tak ada apa-apa di balik semua itu?
Sesederhana itu kah? Ini yang memancing tanya publik lebih jauh. Terlebih akan eksitensi dan moralitas dua staf honor wakil sang ketua itu. Perempuan apa dan datang dari manakah mereka bisa sampai masuk ke gedung terhormat dengan kualitas mental dan moral seperti itu. Mengapa para honor di gedung para wakil rakyat itu, yang notebene digaji rakyat, malah “mempertontonkan” aksi bejatnya. Bermesum ria? Ini memang masih sebatas dugaan keras, tapi opini publik sudah menyimpulkan demikian.

Sebenarnya, tidak saja hanya Zainal,  yang harus bereaksi keras. Pihak keluarga kedua perempuan staf honor Zainal juga, menurut hemat publik, mestinya keberatan. Apalagi dari kedua perempuan itu, seorang disebut sudah punya suami.

Juga para dewan yang limapuluh jumlahnya di gedung terhormat itu. Jangan sampai diam seribu bahasa, kalau sebagian dari mereka tidak mau digosipin sebagai bagian dari lingkaran kebiasan prilaku bejat di gedung rakyat itu, selama ini.

Apalagi para anggota dewan yang memiliki banyak staf honor. Wanita-wanita berpenampilan lumayan. Bisa saja asumsi publik memerawang ke negative thinking.

Reaksi Dewan Kehormatan(DK) juga tak seperti yang diharapkan masyarakat. Bukan saja tidak cepat bertindak. Peristiwa yang sudah berlalu selama seminggu itu, kok seolah dibiarkan begitu saja berlalu.

Untuk itulah skandal sex party (pesta seks yang dilakukan lebih dari dua orang) di gedung yang dibangun rakyat itu harus dibongkar tuntas setuntas-tuntasnya. Siapa sebenarnya oknum anggota dewan Kabupaten Kampar. Mengapa seenaknya melakuka pesta seks di ruang  gedung yang dibiayai dari uang rakyat itu.
Apakah anggota dewan, teman Zainal itu, baru kenal dengan ke dua staf honor Zainal?. Atau memang peristiwa kemaren bagian dari episode lanjutan.

Mengapa tamu, karib Zainal, dibiarkan  melenggang, pergi begitu saja tanpa dimintai pertanggungjawaban. Dan, mengapa semua DPRD Batam seolah rela rumah mereka dilumuri lend*r,  tanpa bereaksi apa-apa?
Banyak pertanyaan yang muncul di opini publik. Apa, siapa dan mengapa. Lalu  bagaimana?
Untuk itulah tindakan moral, sosial dan etik harus dijunjung tinggi alias ditegakkan oleh para anggota dewan dan harus menunjukkan itu secara tegas kepada rakyat.

Masyarakat meminta dewan segera melakukan sidang etik. Pelaku bejat yang konon anggota DPRD Kampar harus segera dipanggil ke Batam untuk diminta pertanggungjawaban kongkritnya. Paling tidak penjelasannya. Paling tidak untuk membela dirinya dari dugaan skandal sex party ala gedung dewan Batam itu.

Bila perlu, kalau sudah ditemukan bukti-bukti kuat bahwa telah terjadi skandal mesum di ruangan sang ketua, para pelaku harus dilaporkan ke polisi oleh para anggota DPRD Batam. Kalau terbukti, tamu Zainal yang disebut anggota Dewan Kampar harus dilaporkan ke Ketua DPRD Kampar dan Partai pengusungnya agar ditindak sesuai hukum dan sanksi etik partai yang berlaku.

Bisa saja dicari pasal KUHP yang pas atas perbuatan bejat itu. Perbuatan itu, selain menistakan diri para pelaku itu sendiri juga menistakan masyarakat dan para anggota dewan Batam. Rakyat Batam dilecehkan dan dihina dengan peristiwa tak senonoh itu. Jadi pertanggungjawaban hukumnya harus ditegakkan.

Ingat kasus tarian erotis di Engku Putri. Para pelaku dari pihak LSM Penjaga Marwah Rudi,  Aksa Halatu cs dan tiga perempuan penari Erotis dijebloskan ke penjara dengan ancaman berat karena mempertontonkan pornografi.
Apalagi dengan kasus mesum gedung dewan itu bisa dituduh telah melakukan pornoaksi. Masa kasus berat seperti ini, terbiarkan hanya dengan marah-marah? Sekali lagi ini bukan hanya tanggungjawab moral Zainal sendiri. Tapi lebih dari itu:rakyat Batam dinistakan.

Sebagaimana yang sudah terungkap ke publik, seorang teman Zainal yang konon juga anggota DPRD Kampar bertamu di ruangan milik rakyat Batam.

Di saat ada rapat paripurna di ruangan yang berbeda. Ketika Zainal meninggalkan temannya di ruanganya, terjadilah kasus dugaan seks berempat itu.

Terungkapnya dugaan skandal seks ini, sekembali Zainal dari ruangbrapatbsebelah. Dia terhenyak medapati ke dua stafnya gagap dengan rambut dan pakaian aut-autan. Seisi ruangannya ditemui Zainal acak-acakan. Tampak seolah baru terjadi adu olahraga Tarung Bebas. Feeling Zainal, baru saja terjadi “kontak senjata sengit antar empat orang pasukan,  sampai ada yang memuntahkan peluru ”. Ya itu tadi, ditemukan benda berupa ceceran tisu dengan bercak-bercak lend*r. ***

Bagikan

Post Comment