Bupati Karimun Irit Bicara Setelah Diperiksa KPK Sebagai Saksi Terkait Kasus OTT Mafia Anggaran

Jakarta, Bupati Karimun Aunur Rafiq diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Yaya Purnomo atas kasus dugaan suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.

Ketika ditanyai wartawan, Rafiq terkesan irit bicara. “Sudah dijelaskan (ke penyidik) diatas,” kata Aunur usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin(27/8/2018).

Rafiq tak menjawab seputar pertanyaan apa saja yang ditanyai oleh penyidik KPK kepadanya. Dia langsung berjalan keluar dari area Gedung Komisi Anti Rasuah itu.

Hingga kini, KPK telah menetapkan eks anggota Komisi XI DPR Amin Santoni, Yaya Purnomo (eks pejabat KemenKeu), Eka Kamaludin (perantara), dan seorang kontraktor Ahmad Ghiast sebagai tersangka. Sumber dana untuk suap itu disebut berasal dari para kontraktor di Sumedang.

Ahmad juga diduga sebagai koordinator sekaligus pengepul dana dari para kontraktor itu. Dana itu kemudian diduga diberikan sebagai suap kepada Amin.

KPK turut menyita sejumlah aset saat melakukan operasi tangkap tangan,Jumat(4/5/2018) lalu. Aset tersebut antara lain emas seberat 1,9 kg hingga duit Rp 1,8 miliar, SGD 63 ribu, dan USD 12.500 dari apartemen Yaya. Mobil Rubicon milik Yaya juga disita KPK.

Dalam kasus ini, KPK juga menelusuri hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan dengan memeriksa para pejabat dari sejumlah daerah.

Sumber:detik.com

Editor: Redaksi

Bagikan

Post Comment