Di Batam Penjahat Di mana-mana siap Memangsa

Ilustrasi pelaku kejahatan mengintai (Foto:google)

Batamupdate.com

Batam– Situasi dan kondisi keamanan dari ancaman tindak kriminal di Batam dapat dikategorikan sangat mengerikan dan tanda merah.

Para penjahat kriminal itu tengah bebas berkeliaran dimana mana. Seolah tak ada yang ditakuti, mereka berada di setiap sudut gang kota ini. Seakan tak ada lagi ruang aman untuk membuat masyarakat kita tenang.

Hal itu bisa disimpulkan dari kalimat dan pesan keras yang tertera di banner(spanduk) di kawasan kompleks Orchid Park ini. Banner itu ditempel di pagar seng di sana.

Spanduk di jalan kawasan Orchid park (Foto:ist/batamupdate.com)

Banner berukuran kira-kira 1x 2,5 meter itu memajang foto Kapolsek Batam Kota dan Bhabinkamtibmas. Banner by sponsored Pollux Habibie itu mungkin bermaksud mengingatkan setiap warga dari ancaman tindak kejahatan, kapan dan di mana pun.

Tapi tafsir lain bisa semakin membuat rasa ketakutan bagi warga. Apalagi terpampang foto aparat keamanan setempat.

Menurut Andi Lala, warga yang berjualan di pinggir jalan di sana, pesan di banner itu memang mengerikan.

Dia menyarankan agar kalimatnya lebih diperhalus. Boleh saja masyarakat diingatkan. Tapi jangan justru malah menambah ketakutan.

“Kita sebagai warga Batam sih, ngerti lah kondisi Batam. Apalagi saat kondisi ekonomi lesu. Tapi memang menyeramkan kalimat di spanduk itu. Hendaknya pesan yang disampaikan memberikan kepastian rasa aman dan ketentraman bagi masyarakat” ujar dia Selasa (10/7).

Lain lagi menurut Dewi(45). Ibu dua orang anak warga di sekitar sana mengamini yang disampaikan Andi.
“ Iya memang pak. Mengerikan kalau baca. Kalau dibuat atau ditulis dengan bahasa asing, pasti banyak turis ketakutan. Ha haaaa,” katanya diakhiri tawa canda.

Apakah pesan di spanduk itu kualitas dan kuantitas tindak kejahatan di wilayah hukum Polresta Barelang sudah pada rangking terparah di Indonesia?

Atau apakah pesan dari kalimat di spanduk itu mengambarkan kondisi tingkat sebenarnya?

Ini lah data terbaru yang dirilis Kasubag Humas Polresta Barelang Iptu Hanif, April lalu, tentang statistik tingkat kejahatan di jajaran Polresta Barelang.

Kasus Pencurian Dengan Kekerasan (Curas), kejahatan Pencurian Dengan Pemberatan (Curat), Pencurian Biasa dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) saat ini masih mendominasi di Kota Batam.

Sebanyak 733 tindak kejahatan yang terjadi di triwulan pertama 2018 ini. 37 persen diantaranya atau sebanyak 198 kasus merupakan kejahatan dalam bentuk pencurian. Dari 198 kasus tersebut, Pencurian Biasa menjadi problem serius karena telah terjadi 85 kasus selama tiga bulan ini.

Diketahui, di triwulan pertama 2018 telah terjadi 69 kasus pencurian sepeda motor yang tercatat di Polresta Barelang dari seluruh Polsek di Kota Batam. Dari sejumlah kasus pencurian tersebut, 42 kasus diantaranya telah berhasil diselesaikan oleh aparat kepolisian.

Data statistik 2017 yang didapat batamupdate.com, 10 Polda masuk rangking tertinggi atau terparah tindak kejahatannya: Polda Metro Jaya 43 ribu kasus setahun. Sumatera Utara 37 ribu kasus. Jawa Barat 29 ribu. Jawa Timur 29 ribu. Sumatera Selatan 20 ribu. Sulawesi Selatan 15 ribu. Sumatera Barat 14 ribu. Jawa Tengah 14 ribu. Lampung 10 ribu. Sulawesi Utara 9 ribu kasus.
(omrad)

Bagikan

Post Comment