DPRD Kepri Ini Tega Benar “Menyetrum” Rakyatnya dengan Menyetujui Kenaikan Tarif Listrik Baru

Foto: PT PLN Persero

Batamupdate.com, Batam- Tega. Kata itu bisa tepat diamanatkan kepada para anggota DPRD Provinsi Kepri ini. Tega, karena para wakil rakyat itu bersepakat “menyetrum” rakyatnya sendiri.

Proses pembahasan kebijakan penaikan tarif listrik telah dimulai pada bulan April 2016. Jumaga Nadeak selaku Ketua DPRD Provinsi Kepri menunjuk Komisi II dan III untuk melakukan pembahasan terkait kebijakan ini.

Para anggota legislatif yang notabene “dimodali” oleh keberadaan rakyat itu akhirnya memuluskan nafsu bisnis pihak PT b’rigth PLN Batam menaikkan tarif listrik  rumah tangga hingga mencapai 45 persen.

Ibarat gayung bersambut atau setali tiga-uang Gubernur Kepri Nurdin Basirun pun justru mengamini kenaikan tarif listrik yang direkomendasikan legislatif itu.

Lewat Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri No 21 Tahun 2017, keluarlah pengesahan dari sang gubernur yang tak kunjung punya wakil itu.
Satu keputusan yang memberi ruang yang luas dan leluasa kepada PLN Batam memberlakukan kenaikan tarif baru sterum listriknya kepada masyarakat. Tarif baru yang diberlakukan sejak Maret lalu.

Adapun  besaran kenaikan tarif setrum PLN itu menurut Kurnia Rumdhony selaku General Manager Service Business Unit b’right PLN Batam antara lain kelas pelanggan golongan  R1, R2, R3 dan pelanggan sosial komersial.

Pelanggan golongan R1/1300 VA, dari Rp 930,74 menjadi Rp 1.210/Kwh. Golongan R1/2200 VA dari Rp970,01 menjadi Rp1261/Kwh, golongan R2 daya di atas 2200 VA dari Rp 1.436/Kwh menjadi Rp1508/Kwh dan golongan S3 sosial komersial 200 Kva ke atas dari Rp843/Kwh naik menjadi Rp885/Kwh. Rata-rata total kenaikan hampir 45 persen.

Kenaikan yang sangat fantastis dan baru kali ini terjadi kenaikan sebesar itu, dampaknya masyarakat terasa “tersengat” setruman arus listrik PLN Batam. Tersengat menambah beban ekonomi sulit yang sedang dialami masyarakat Batam.

Akibat kebijakan baru PLN ini, masyarakat rumah tangga terkejut lalu marah meski belum terlampiaskan dan sekarang ibarat api dalam sekam.

Pantauan Batamupdate.com, paling tidak dalam dua hari ini, polemik atas kenaikan tarif baru setrum PLN ini jadi hiruk-pikuk. Kenaikan tarif PLN ini juga tercatat tertinggi sepanjang sejarah pulau ini sejak dikembangkan 40 tahun lalu.

Polemik semakin berkembang secara liar di tengah masyarakat. Polemik memprotes kenaikan harga listrik yang tak kepalang tanggung.

Ekpresi yang direkam Batamupdate.com di lapangan baik di kedai kopi, di beberapa komplek perumahan, susananya hampir sama. Rata2 warga kesal mendengar berita kenaikan tarif listrik itu.

Reny, misalnya, yang sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga mengeluh akibat naiknya tarif baru listrik ini.

“Ekonomi lagi sulit, tarif listrik malah naik. Naiknya pun tak tanggung mencapai 100 persen. Pusing saya bang. Suami pun lagi nganggur. Apa mata mereka tidak melihat kondisi ekonomi Batam yang lagi gawat ini,” keluh Reny dengan nada kesal.

Alasan Reny menyebut kenaikan mencapai 100 persen adalah sesuai faktur tagihan yang diterimanya. Meski tak menunjukkan fisik faktur tagihan PLN kepada batamupdate.com , namun dia yakin kenaikan itu mencapai seperti yang dia bayar.

Senada dengan Reny, Agus yang merupakan pengusaha Jasa Laundry mengeluhkan hal yang sama.

“Usaha lagi sepi pemerintah malah mengeluarkan peraturan yang mencekik rakyatnya. Tidak mungkin di tengah kondisi usaha yang sepi ini tarif laundry saya naikan ke konsumen. Mereka juga lagi kesulitan ekonominya,” ujar Agus seraya menepuk jidatnya.

Diapun spontan mengeluarkan kata-kata yang bernada menghujat para pengambil keputusan yang menurut dia dengan sengaja menyengsarakan rakyat itu. Menghujat gubernur, anggota DPRD Kepri yang disebut lupa daratan.

“Percuma saja kita pilih tuh anggota dewan, mana fungsi menyalurkan aspirasi rakyatnya. Nol besar. Inilah buktinya DPR tak berpihak dan memperjuangkan kebijakan yang membantu rakyat” ucap Agus polos.

Beragam polemik dimasyarakat timbul akibat naiknya tarif listrik sehingga turut mengguncang batin mereka di tengah kondisi sosial perekonomian yang sedang lesu yang mereka hadapi.

Selain hiruk-pikuk polemik di berbagai komplek perumahan, tentu isu panas ini menjadi trending topik juga di medsos. Banyak masyarakat memposting keluhannya di berbagai akun.

“Subhanallah,,,,benar2 mencekik rakyat,,,
Katanya kenaikan PLN sktr 50% tp dilihat dr nominal hampir 100%.
Rata2 cm 150rb-200rb tiap bulannya skrg mencapai 350rb,
Tolong bapak/ibu yang berkuasa mikirin kami yang dibawah,lebih kurang 70% rakyat Indonesia ataupun khususnya Batam tergolong menengah ke bawah bahkan banyak diantaranya dikatakan miskin.
Tolong kasian rakyat bapak/ibu penguasa” tulis akun Facebook Sri Zetti.

Bahkan ada masyarakat yang sangat ekstrim merespon kenaikan tarif listrik ini. Dipostingannya sampai mengajak warga lainnya turun ke kejalan menolak kenaikan tarif listrik ini.

“Untuk rakyat Batam yang terhormat, bagaimana kalau kita besok atau lusa ataupun hari jumat Demo/Turun ke jalan menuju kantor DPR,WALIKOTA dan Kantor PLN.
MENOLAK kenaikan PLN.karna di sosmed WAJAH BATAM sudah begitu banyak bahkan 1000 like untuk status yang 1 ini, tentang kekecewaan KITA terhadap kenaikan listri,kita tidak perlu takut lagi masalah massa untuk aksi ini.yang di WAJAH BATAM ini aja kita sudah lebih 1000 orang.jangan cuman di sosmed WAJAH BATAM aja kita buat ke kesalan kita.ADAKAH YANG MAU IKUT……?” tulis akun Facebook Yoga Cane.

Kata-kata dipostingan medsos pun semakin membara. “Ntah di mana batang hidung para  wakil rakyat itu berada. Ketika biaya hidup mulai mencekik rakyat Batam, tiba tiba muncul kabar kenaikan harga mencekik tarif listrik ini,” begitu postingan dan menjadi viral.

Sementara itu, Senin (3/4) malam, Samsul Bahri selaku Sekretaris Perusahaan b’right PLN Batam mengatakan bahwa kenaikan itu sudah diajukan bulan Maret 2016 ke DPRD Provinsi Kepri dan telah di bahas dengan pemerintah setempat.

Samsul menjelaskan kenaikan tarif listrik ini dipicu oleh beberapa faktor.
“Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah membuat pembelian harga energi primer meningkat dan juga karena tingkat inflasi,” ungkap Samsul dalam rilisnya di Batam Center (3/4).

Meski tarif listrik naik, Samsul menjelaskan bahwa tarif listrik di Batam masih berada dibawah tarif Nasional, serta tarif yang berlaku di Tanjung Pinang, Tanjung Uban dan Belakang Padang.

“Kenaikan tarif listrik di Batam masih dibawah tarif Nasional yang mencapai Rp 1.467/kwh, seperti yang berlaku di Tanjung Pinang, Uban, serta Belakang Padang,” ucapnya.

Ekonomi Batam Semakin Terpuruk
Ketua Apindo: Batam Goodbye.

Catatan batamupdate.com, kondisi ekonomi di Batam sekarang paling terpuruk sepanjang sejarah. Dimana-mana banyak perusahaan tutup. Diperkirakan puluhan bahkan ratusan ribu orang menganggur.

Data yang diperoleh Batamupdate.com rata-rata 150 orang mengurus surat pindah di kantor dukcapil Kota Batam.

Sementara masalah besar lainnya yang menambah keterpurukan ekonomi Batam adalah adanya kebijakan BP Batam yang kontroversial. Perizinan yang mandek alias nyaris terhenti. Pengusaha menjerit karena sulit beraktifitas karena dipersulit pihak BP Batam. Ya itu masalah lahan dan sebagainya yang otoritasnya di tangan BP Kawasan. Sementara polemik pembagian kekuasaan antara BP Kawasan dengan pemerintah kota Batam tak berujung ditelan waktu mewarnai hiruk-pikuk kenaikan tarif listrik ini.

Gambaran keterpurukan ekonomi Batam ini terparah se Sumatera. Provinsi lain masih mencatat angka pertumbuhan 5 persen. Sementara menurut rilis pihak Bank Indonesia, Pertumbuhan Ekonomi Batam menurun dari 7 persen menjadi 4,5 persen dan jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski masalah ini sudah  sampai ke telinga Presiden Jokowi dan telah ikut campur tangan mengintervensi mencari solusi, tampaknya, tanda-tanda menuju perbaikan belum terlihat dan diperkirakan masih jauh dari mimpi sekalipun.

Kini nasib ekonomi masyarakat pulau yang diperkirakan didiami 1,5 juta orang ini dalam kondisi kritis.

“banyak perusahaan tutup termasuk puluhan shipyard, lalu mem PHK puluhan-ribu karyawannya. sudah ada sejumlah pengusaha ancang-ancang mau meninggalkan Batam pindah ke tempat lain. “Goodbye Batam,” ujar Cahya.

Demikian parahnya ekonomi Batam dan masyarakat banyak menjerit, tiba-tiba muncul lagi beban ekonomi tambahan yang tidak beradat, yakni tarif listrik yang “menyetrum” masyarakat itu sendiri yang sengaja disetujui oleh DPRD dan Gubernur daerah ini.

(Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi tentang “Tarif Listrik Mulai Mencekik” dapat menyalurkannya melalui media batamupdate.comdengan cara mengetikkan aspirasi melalui kolom komentar.) Tertanda Admin Batamupdate.com

Bagikan

2 Comments - Write a Comment

  1. Baru lg naik tarif listrik tp pelayanan pln tidak memuaskan…
    Hari ini dua kali mati lampu…
    Aku sangat kecewa..
    Klu alat2 elektronik rakyat rusak akibat suka hati pln mematikan listrik, apakah pln bersedia ganti rugi jika elektronik rusak…

    Reply

Post Comment