Dugaan Praktik Oplos Beras di Batam, BULOG, KPPU, Disperindag Dimana?

Penggerebekan gudang beras di Batam (Foto:otoritasnews)

Batam, Batamupdate.com- Baru-baru ini Batam digegerkan atas penggerebekan sebuah gudang beras di kawasan Batu Ampar, gudang ini diduga menjadi tempat pengoplosan beras oleh Kartel pangan.

Sabtu(11/4) Tim dari Mabes Polri didampingi Polda Kepri melakukan penggerebekan gudang beras milik salah seorang pengusaha ternama di Batam. Dari informasi yang diperoleh kuli elektronik media ini, Ak merupakan pemilik gudang tersebut.

Dari hasil penggerebekan digudang tersebut, diamankan lima mesin jahit dan dua unit timbangan.

Barang bukti beras yang diduga telah dioplos dan akan dioplos juga turut diamankan, diantaranya 1400 karung beras cap Harum Mas, 500 Karung beras cap Kawan Setia, 50 Karung beras cap Kapal Layar, 5570 karung beras cap Horas, 1890 Karung cap Adi, 1800 Karung cap biola dan 5570 karung tanpa merek. Masing-masing beras memiliki ukuran yang berbeda mulai 10 Kg hingga 30 Kg.

Dari informasi dilapangan, gudang beras yang dikelolah PT Usaha Giat Permata itu sudah beroperasi beberapa tahun belakangan, seorang sumber media ini menyebut dalam penggerebekan turut diamankan 33 orang karyawan dan jerigen yang diduga berisi Zat Kimia sebagai bahan untuk pemutih beras.

Seorang sumber di jalan Trunojoyo menyebutkan bahwa bos pemilik gudang beras tersebut sedang berada di Mabes.
Ntah apa tujuan bos itu datang ke Mabes, menyerahkan diri, melakukan klarifikasi ataukah ada maksud lain masih menjadi pertanyaan bagi ‘pramusaji’ media ini.

Ketika sumber tadi disinggung mengenai maksud kedatangan bos gudang itu, sumber tersebut tampak enggang menjawab secara gamblang.
“Nanti saja ya mas, saya masih ada urusan ini” ujarnya sambil berlalu.

Dimana BULOG, KPPU, Disperindag Kota Batam selama ini?

Permainan beras di Batam memang menjadi suatu hal yang sangat seksi untuk digeluti oleh mafia kartel pangan, mengingat Batam tidak memiliki sawah sebagai sumber penghasil padi untuk memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat Batam.

Kesempatan inilah yang digunakan Oknum pengusaha untuk bermain mata dengan pihak-pihak terkait meraup rupiah dengan cara melakukan praktik oplos beras.
Berbagai modus dijalankan mulai medatangkan beras dari Thailand dan Vietnam secara ilegal, hal ini tentunya mendatangkan omset yang tidak sedikit bagi oknum mafia beras.

Kasus ini membuka mata masyarakat Batam bahwa sesungguhnya masih ada pihak-pihak yang belum tulus melaksanakan Revolusi Mental ala Presiden Jokowi.

Amir salah seorang pemerhati masyarakat di Batam menyesalkan lembaga-lembaga yang seharusnya menjadi pengawas terhadap urusan pangan di Batam seolah ‘kerdip mata’.

“Bagaimana Bulog ini, Gudang beras sebegitu besarnya bisa luput dari pengawasan” ucapnya kepada batamupdate.com.

“Patut diduga hal mengerikan akan terjadi bila kasus serupa terus berulang, Bagaimana bila beras-beras yang dijual kemasyarakat hasil oplosan mengandung zat-zat berbahaya, bisa modar semua penduduk ini” timpal Amir.

Memang sampai saat ini mulai dari Bulog, KPPU, dan Disperindag masih perlu dipacu kinerjanya. Diduga masih ada gudang beras lainnya di Batam yang melakukan kegiatan ‘nakal’.

Bahkan lebih ekstrim lagi, seorang sumber kami menanggapi bahwa penggerebekan ini disinyalir karena adanya unsur persaingan bisnis beras di Batam dan kecemburuan pengusaha kapal jasa angkutan barang di Batam, tentunya hal ini masih perlu ditelusuri lagi kebenarannya oleh tim media ini.

(Sumber:antaranews/Tim Batamupdate)

Bagikan

Post Comment