Irwan Tanjung: Wali Kota Batam Muhammad Rudi Mesti Diperiksa Penyidik

Irwan S Tanjung (Foto:WA)

Batam,-Batamupdate.com

Kasus tarian erotis di Engku Putri, dua minggu lalu itu, masih “menderu” menjadi polemik tajam tak berkesudahan di tengah masyarakat Batam.

Irwan S Tanjung praktisi hukum di Kota Batam tiba-tiba membuat pernyataan keras.

Kepada Batamupdate.com, Senin (30/4), via telepon yang direkam, Irwan menyampaikan bahwa Wali Kota Batam Muhammad Rudi harus dimintai pertanggung-jawaban atas kasus yang menyeret Ketua PMR (Penjaga Marwah Rudi) Aksa Halatu yang meringkuk di balik jeruji besi akibat tarian erotis itu.

“Saya melihat Rudi ini culpa atau lalai, bagaimana mungkin dia tidak tahu, kejadian itu siang dan diawasi Satpol PP,” ungkap Irwan.

“Apapun ceritanya pada tubuh Rudi melekat pertanggung-jawaban kantor wali kota itu 24 jam, apa anak buahnya tak lapor?,” tegas praktisi hukum itu.

Menjawab Batamupdate.com terkait pertanggung-jawaban apa yang dia tuntut dari Rudi pemilik gelar Datok Setia Amanah itu:”Saya minta polisi harus membuktikan tingkat kelalaiannya Rudi. Saya menduga ada culpa atau kealpaan Rudi di sini.”

“Bila terbukti lalai Rudi harus diminta pertanggung-jawaban pidananya,” tambah Irwan lagi.

Irwan juga mekritik keberadaan mobil Damkar (Pemadam Kebakaran) di lapangan Engku Putri ketika terjadi peristiwa yang melunturkan Marwah itu.

“Ada mobil yang menyiram-nyiram para penari itu, apa bisa mobil sembarang masuk kesitu?,” katanya rada bertanya.

Sementara soal pelaksanan tari erotis itu melalui sejumlah media mainstream, Rudi sudah berulang kali membantah bahwa rundown yang diberikan kepadanya tidak tercantum acara “sexy bike wash”.

Namun apa yang disampaikan Rudi, coba dipatahkan Irwan lagi dengan argumennya. “Sederhana saja, jika tidak sesuai dengan rundown, kenapa satpol PP tidak melihat bahwa ada mobil yang melanggar aturan main,” cecar Irwan.

“Kalau Satpol PP melihat sudah di luar ketentuan, kenapa tidak dibubarkan? Itukan di wilayah teritorial mereka,” kata Irwan.

Irwan mengingatkan lagi dan menyebut Rudi sebagai pimpinan Pemko Batam sudah selayaknya dimintai keterangan oleh penyidik.

“Sebagai pimpinan, dia tidak bisa dilepaskan di sini atas kealpaannya,” ujarnya.

Tidak hanya ke Rudi, kritikan Irwan juga dilayangkan ke dua tokoh senior di Kepri Suryo Respationo dan Jumaga Nadeak yang datang membesuk Aksa ketua PMR itu, Senin (23/4) lalu.

“Seorang Suryo yang namanya begitu besar kenapa dia turun pada perkara yang mengusik ketenangan masyarakat ini?,” sambung Irwan.

Dia juga sangat menyayangkan tokoh sekaliber Suryo harus campur atas kasus yang mengusik tatanan budaya di masyarakat ini. “Masih banyak di lapas sana yang dipenjara karena urusan perut, itu seharusnya yang lebih diperhatikan Pak Suryo”.

Irwan juga menyebut kalau “wong cilik” yang patut ditolong itu bukan seperti yang sudah ditersangkakan oleh Polresta Barelang itu.

“Wong cilik tidak kenal yang namanya lighting, tidak kenal goyang-goyang, tidak kenal yang namanya wanita cantik dan penjaga Marwah, mereka cuma tau perut lapar, aku dan anakku makan apa hari ini,”  Irwan menuturkan.

Lain lagi menurut ALDI BRAGA, tokoh muda Batam ini.

Kepada Batamupdate.com, Senin (30/4), Ketua Garda Indonesia (GI) itu turut mengkritik kasus tarian yang menghebohkan itu.

Aldi Braga Ketua Garda Indonesia (Foto:WA)

“Kasus itu harus diclearkan, selain melanggar hukum, juga melanggar norma sosial, agama, adat Melayu, serta melecehkan hari raya besar Islam Isra Mi’raj,” ucap Aldi.

Aldi juga berharap pihak kepolisian menjalankan tugas sebagaimana mekanisme penegakan hukum yang berlaku di Republik ini.

“Jangan ada intervensi dari pihak manapun, kepolisian bekerjalah secara proporsional dan profesional,” harap pria yang menyukai kopi buatan Dilan itu.

Tarihoran warga Bengkong Dalam,  memuji sikap kritis Irwan dan Aldi yang sangat konsen dengan kasus memalukan masyarakat Batam ini.

Tapi dia berharap juga supaya kedua tokoh muda ini mengawal kasus ini hingga tuntas sesuai harapan masyarakat. “Jangan di tengah jalan suara keras itu tenggelam,” pintanya.(Om)

Bagikan

Post Comment