Kontradiksi “Batam Menari” Sejumlah Wisatawan “Lari”

Foto:batampos.co.id

Batam, Batamupdate.com

Even Batam menari yang ditaja BP Kawasan Batam, Minggu(8/4), menyisakan fakta yang kontradiktif.

Lenggak-lenggok tubuh massal dengan 16.000 penari itu seyogianya diharapkan menarik minat dan arus wisatawan mancanegara (khususnya) ke Batam, justru hasilnya jauh dari harapan.

Itu terlihat dari fakta di lapangan dimana penonton yang memadati sejumlah trotoar jalan di kawasan even tari masal, minim atau nyaris tak ditonton wisatawan asing di saat weekend itu.

Fakta berbalik lainnya terjadi pada Sabtu dan Minggu itu.

Ratusan wisatawan Tiongkok dengan tujuan Batam (in bound) yang dipandu salahsatu tour and travel Batam, terpaksa “lari” alias menghindar agar tidak melewati lokasi acara.

“Dari Singapura kami terpaksa mengalihkan sejumlah wisatawan harus masuk lewat pelabuhan Harbour Bay, Sei Jodoh”, kata seorang dedengkot pelaku wisata di Batam.

Dia menjelaskan awalnya pintu masuk yang dijadwalkan bagi sejumlah wisatawan asing yang dipandunya, mesti semua masuk lewat Pelabuhan Batam Center.

Sabtu siang sudah beberapa rombongan mereka yang masuk Batam lewat feri pertama.

Tapi kondisi ‘crowded’ perlalulintasan dan ramainya sejumlah orang diseputaran acara menari, membuat ratusan wisatawan itu tidak nyaman hendak keluar dari pelabuhan ke tujuan berikutnya.

Dia paparkan kondisi ketidaknyamanan para tamu nya itu, ketika keluar dari pelabuhan menuju Bus penjemput. Biasanya bus penjemput selalu menunggu di dalam terminal pelabuhan.

Kali ini, ujarnya, dipindahkan oleh petugas pelabuhan ke halaman Gedung Sumatera Promotion yang berjarak sekitar 200 meter. “Jadi tamu kami harus berjalan kaki lagi sejauh yang saya sebut tadi dan itu membuat tidak nyaman para tamu saya,” ujarnya menambahkan.

Karena melihat kondisi demikian, para tamu dengan pelayaran berikutnya akhirnya “lari” atau dialihkan melalui feri dengan tujuan pelabuhan Harbourbay kawasan Sei Jodoh.

Tentu pengalihan rute masuk ini bukan tanpa konsekuensi. Salahsatunya tambahan biaya karena harga ongkos feri Singapura ke Harbour Bay lebih mahal.

Apakah dengan adanya even tari massal ini bukan justru menambah konten destinasi wisata bagi wisatawan?

Pengurus organisasi Asita itu menegaskan bahwa ratusan wisatawan asal China itu tidak memiliki agenda menonton tari.

“Ya tidaklah. Mereka kan dari asalnya, jauh sebelumya, sudah punya tujuan ke beberapa titik kunjungan yang sudah dijadwalkan. Masa tegak-tegak dijemur berdiri berjam jam menonton tari?” ucapnya.

Sumber di Pelabuhan Laut Batam Center megamini juga apa yang disampaikan oleh pihak pemandu wisatawan in bound itu.

Mulai dari Sabtu dan Minggu kondisi di Batam Center itu justru menimbulkan ketidak nyamanan bagi sejumlah wisatawan.

Sebagai contoh, di kawasan pelabuhan ada pengalihan rute jalan dari yang normal. Ada penutupan beberapa ruas jalan sehingga menyulitkan kendaran yang berlalu lalang termasuk bus pariwisata.

Sesuai dengan jadwal, “Batam Menari” dilaksanakan pada Minggu malam. Tapi mulai dari Sabtu kondisi di seputaran pelabuhan feri sudah mulai riuh. Arus jalan raya di sana tidak normal sebagaimana biasanya.

Disepanjang trotoar, sejak Jumat sudah disesaki dengan tenda-tenda yang menghalangi pejalan kaki. Belum panggung utama yang menggunakan space yang luas.

Kondisi Minggu siang pun nyaris sama ketika para wisatawan mau kembali ke Singapura setelah menghabiskan malam minggunya di Batam.

Apalagi Minggu siang itu ada acara keagamaan di Alun-Alun Engku Putri Batam Center dengan belasan ribu peserta. Jalan menuju pelabuhan pun sempat macet dan membuat arus lalulintas ke pelabuhan tidak normal.

Rudi warga Sengkuang menyampaikan keherananya acara “Batam Menari” yang dimaksudkan disuguh kepada wisatawan asing. Sementara para wisatawan asing yang masuk ke Batam sebagian besar sudah pada kembali ke Singapura Minggu siang dan sore harinya.

“Batam menari dengan biaya miliaran rupiah itu akankah hanya menyisakan kenangan piagam dari Muri itu? Apakah substansi pokok masalah ekonomi di Batam akan terselesaikan dengan even itu?” tanya Rudi antusias kepada media ini.

Penulis : Nohoks
Editor : Om Rad

Bagikan

Post Comment