Menanti Sikap Kesatria Rudi

Oleh Nohoks
Banner yang beredar di Wa Grup (Foto:wa grup)

Ekses tarian erotis di Engku Putri—dua minggu lalu—masih menyisakan banyak tanya di masyarakat.

Sebaliknya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi masih mencoba menepis berbagai anggapan miring terhadapnya akibat tarian tak senonoh itu. Termasuk soal rundown acara yang disoal, yang menurutnya, tak sesuai fakta di lapangan.

Kita tak hendak menuduh Rudi sedang berkilah.

Dari awal, Rudi memang sudah kelihatan tanggap, begitu kejadian Engku Putri itu heboh dan viral. Dia yang mendesak aparat kepolisian segera mengusut kasus tarian erotis itu.

Polisi bereaksi cepat dan cermat menangani kasus ini. Lalu menahan lima tersangka.

Tapi ada masalah lain yang belum tuntas di luar kasus hukumnya, yakni moral hazard. Ini tak bisa abai begitu saja.

Sehingga masyarakat pun berharap ada sosok yang hadir menjawab itu semua.

Berkaca dari kronologis masalah ini, tak salah kalau Rudi harus Kesatria, hadir untuk itu.

Sebab, peristiwa ini memang satu hal  yang tak terpisahkan dengan sosok Rudi itu sendiri.

Sejak dari awal, para petinggi PMR (Penjaga Marwah Rudi) sangat kental dengan nama itu, baik sebagai pribadi maupun sebagai wali kota.

Ormas yang dilantik pada hari Isra Mi’raj itu, dituding publik satu satunya acara ormas yang sangat spesial, kalau tidak sudi disebut bahwa Rudi lah di balik terselenggaranya acara itu.

Fakta di lapangan menunjukkan, gerak tubuh orang-orang PMR yang tak asing lagi, paling tidak di pusaran politik Rudi. Apalagi dikaitkan dengan pelantikan PMR yang menggunakan gedung Pemko di lantai empat itu.

Penggunaan akan kantor pemerintah  yang disoal banyak pihak, dan belum ada yang menjelaskan akuntabilitasnya.

Demikian juga soal penggunaan dana acara PMR. Ini yang juga sarat syak wasangka.

Bahwa Rudi tidak tahu menahu soal tarian erotis yang muncul, biarlah proses hukum yang akan menjawabnya.

Ini memang tak gampang buat Rudi, ibarat menepuk air di dulang.

Tapi sekali lagi, apapun itu, Rudi yang menyandang gelar Dato Setia Amanah harus bisa mengambil alih tanggung jawab, terlebih soal moral hazard itu.***

Bagikan

Post Comment