Najib Razak Dicurigai akan Melarikan Diri, Rosmah Mansor Dikabarkan Menghilang

Eksklusif dari Malaysia
Mahathir Mohammad saat konferensi pers kemenangan (Foto:malay mail)

Batamupdate.com

Mahathir Mohammad (92) memenangkan Pilihan Raya Malaysia yang digelar mulai Rabu(9/5).

Dia come back memimpin Malaysia dan direncanakan dilantik sore ini. Soal waktu pelantikan ini memang masih simpang-siur.

Sementara Datin Paduka Seri Hajjah Rosmah Mansor (68), isteri Perdana Menteri (PM) Najib Razak dikabarkan menghilang setelah diumumkan kekalahan suaminya.

Demikian dilaporkan wartawan Batamupdate.com, Ahmad Syahlan, secara langsung dari Kuala Lumpur, Malaysia, jam 14.00 waktu setempat.

Rosmah Mansor, selama ini, sering menjadi sorotan publik Malaysia karena berlaku narsis dan hedonis. Sering pamer dengan barang mewah. Misalnya,  pernah membeli perhiasan langka berlian merah muda seharga $ 27 juta ringgit Malaysia atau setara dengan Rp 363 miliar rupiah.

Semua uang Ringgit yang digunakan oleh Rosmah diduga hasil dari korupsi atau uang haram. Seperti dilaporkan jurnalis Batamupdate.com bahwa Najib Razak selama ini disyaki “dibawa kendali” istri keduanya itu alias suami takut isteri.

Najib Razak PM incumben, memang sudah tampil ke publik, Kamis(10/5) waktu setempat untuk konferensi pers setelah pengumuman dari Election Commission (EC) Malaysia.
Dia mengatakan menerima putusan rakyat Malaysia.

Tapi seolah masih berharap, lalu dia mengatakan bahwa semua keputusan akhir dari pilihan raya itu diserahkan ke Sultan.

Sebaliknya, Yang di-Pertuan Agong Malaysia Muhammad V dari Kelantan mengatakan bahwa sesuai undang-undang Malaysia tidak ada vacum of power atau kekosongan kekuasan.

Najib Razak pun dikhawatirkan akan melarikan diri setelah kekalahannya. Ini memang pertarungan yang mempunyai konsekuensi dan resiko politik tingkat tinggi.

Saat kampanye, sebelum pilihan raya, Mahathir sudah berjanji ke publiknya begini: Sehari setelah saya dilantik menjadi Perdana Menteri
Najib Razak akan saya masukkan ke lokap.

Nazib sudah berulang kali disorot publik Malaysia karena diduga melakukan rasuah besar selama kepemimpinannya sejak 2009 s/d 2018. Kasus terakhir adalah kasus dugaan korupsi terbesar , yaitu adanya aliran dana sebesar US$ 681 juta atau setara dengan Rp 10 triliun dari 1MDB ke sejumlah rekening miliknya.

Karena berbagai tuduhan inilah bayang-bayang gelap bisa jadi menyelimuti Najib bersama istrinya.

Anwar Ibrahim Besok akan Dibebaskan

Election Comission (EC) atau Komisi Pemilihan Malaysia telah mengumumkan kemenangan Mahatir yang disokong Koalisi Pakatan Harapan (PH) dengan meraih 115 kursi parlemen.

Najib Razak yang diusung koalisi Barisan Nasional (BM) dengan 79 kursi.
Demikian Ketua EC Hashim Abdullah mengumumkan hasil akhir pilihan raya itu pada pukul 04.42 waktu setempat.

Anwar Ibrahim yang berkoalisi dengan Mahatir  Muhammad dikabarkan segera dibebaskan dari penjara.

Wan Azizah istri Anwar Ibrahim, Kamis pagi (10/5), menemui Sultan Muhammad V di Istana Negara. Azizah berharap Sultan membebaskan Anwar Ibrahim dari tuduhan kontroversial kasus sodomi. Azizah juga berharap agar pelaku yang menuduh suaminya segera ditangkap dan dipenjarakan.

Anwar pendiri Partai Keadilan Rakyat (PKR) ini dituduh dengan berbagai kasus termasuk kasus sodomi yang berkepanjangan dan akhirnya dijebloskan Najib lagi kepenjara.

Pada era kepemimpinan Mahathir tahun  2015 lalu, dia jugalah yang memenjarakan Anwar karena tuduhan kasus korupsi.

Tapi Mahathir dan Anwar, dua tokoh nasional Malaysia ini kemudian berkoalisi di Pakatan Harapan (PH) menumbangkan Najib Razak yang sudah sembilan tahun berkuasa di koalisi Barisan Nasional (BN). Dan kekalahan Nazib kali ini, sekaligus mengakhiri kekuasaan United Malay Nasional Organisation (UMNO) yang sudah 60 tahun berkuasa di Malaysia.

Pelantikan Mahathir sebagai mana dilaporakan Simamora akan dilakukan di Istana Kerajaan oleh Yang di-Pertuan Agong Malaysia sekarang Muhammad V atau nama sebenar Baginda ialah Tengku Muhammad Faris Petra ibni Sultan Ismail Petra yang merupakan Sultan bagi Negeri Kelantan. Baginda memegang jawatan Yang Di-Pertuan Agong ke-15 berkuatkuasa pada 13 Desember 2016

(As/om)

Bagikan

Post Comment