Panitia Tari Erotis Jepara Ditangkap Kapan Pelaku Erotis ala Batam?

Lingkar merah tak seronok (Foto viral di wa grup)

Batam, Batamupdate.com

Panitia tarian erotis di Jepara, Jawa Tengah, kini, ditahan polisi resor di sana.

Sementara panitia pelaksana tarian dengan kasus yang sama di Batam belum ada tanda-tanda penanganannya dari pihak kepolisian.

Walikota Batam dalam keterangannya lewat media mempersilakan pihak aparat kepolisian menindak pelaku tarian erotis itu.

Kasus tari erotis di Jepara oleh kepolisian masuk ke ranah pidana UU Pornografi dan kemungkinan besar menabrak UU ITE.

Kepala Kepolisian Resor Jepara, Jawa Tengah, AKBP Yudhianto Adhi Nugroho membenarkan penahanan atas kasus tarian erotis di wilayahnya itu.

“Satu orang panitia ditahan dalam kasus tarian erotis di Pantai Kartini, Jepara yang videonya beredar di media sosial,” katanya.
“Kami juga masih memintai keterangan anggota polisi yang pada saat itu mendapat sprint pengamanan giatnya,” terang Yudhianto, Minggu (15/4).

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suharta, menjelaskan, dalam kasus ini, kepolisian akan menjerat siapa pun yang dinilai telah bersalah dengan UU Pornografi.

Kasus tarian erotis yang membetot syahwat di Batam terjadi, Sabtu(14/4). Tarian yang dipadu dengan gaya “ngebor”nya Inul Daratista itu, kini, menjadi viral di medsos.

Goyangan ala Batam dengan tiga wanita muda berparas lumayan itu adalah dalam rangkaian acara hiburan atas pelantikan LSM PMR (Penjaga Marwah Rudi). Rudi yang dimaksud oleh LSM ini adalah Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

Rudi sendiri kabarnya sangat marah dengan acara yang dicemari dengan tarian nyaris bugil itu.

Akankan kasus ala Batam akan segera ditangani pihak kepolisian dan segera masuk ranah pidana UU Pornografi?

UU No 44 Tahun 2008, Pasal 1 ayat 1 berbunyi “Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat”.

Menurut UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 36 berbunyi “Setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, peraenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak 5 miliar rupiah”.

Mampukah pihak Kepolisian Batam menyeret, menangkap lalu memasukkan ke kereng jeruji besi para panitia pelaksana tarian erotis di Engku Putri yang tak bermoral dan menabrak UU Pornografi itu?

Masyarakat Batam menunggu kerja cepat dan tindakan tegas yang adil dari pihak Kepololisian Resort Barelang. Karena kasus ini telah meresahkan warga Batam, khsusnya warganet.(sumber:Tribun/om)

Bagikan

Post Comment