Pembeli Menjerit Bahan Pokok Selangit, Harga Cabai Naik 130 Persen

Pasar Kaget di Dapur 12, Sagulung.(Foto:Wando N/Batamupdate.com)

Batamupdate.com

Batam – Masyarakat Batam menjerit Bahan Pokok Naik Lagi. Harga ‘Selangit’. Itu hal yang dikeluhkan pembeli di dua lokasi Pasar Kaget di Kota Batam.

Penjual mie soto di pasar kaget Dapur 12 mengungkapkan cerita ibu-ibu yang belanja di pasar kaget itu.
“Selesai belanja, ibu-ibu itu singgah di warung saya, beli mie. Mereka semua ngomel-ngomel satu sama lain,” ungkap Ajo sang pedagang itu kepada Batamupdate.com.

“Hidup sudah sulit, harga bahan pokok melilit. Suami pun kerja serabutan. Lapangan kerja sudah minim. Macam mana nak bertahan di Batam,” tiru Ajo soal keluhan ibu-ibu rumah tangga itu, Minggu(16/7).

Penjual Mie Soto saat berjualan di Pasar Kaget. (Foto:Wando N/Batamupdate.com)

Ibu Ratna pembeli disana menjelaskan kepada Batamupdate.com soal harga pangan itu.

“Cabai rawit sebelumnya 24ribu per kilo, sekarang harganya 56ribu sekilo. Daging ayam 35ribu, sekarang 38 ribu, Mas. Semua pada naik,” kata Ratna Minggu pagi lalu.

Survey yang dilakukan Batamupdate.com di hari itu, untuk harga cabai mengalami kenaikan 130 persen, naik 32ribu dari harga awal. Harga daging ayam naik 3ribu rupiah.

Hal yang dikeluahkan Ratna, juga turut diamini oleh Ani pembeli di Pasar Kaget kavling Nato, Batu aji.

Senin(17/7) Ani menyampaikan kekesalannya soal harga pangan yang naik itu. “Belanja 200ribu biasanya sudah banyak yang dibawa. Ini cuma segini,” terang Ani, lalu menunjukkan plastik belanjaannya kepada media ini.

“Semua harga naik. Tomat dari harga 14ribu sekarang sudah 20ribu. Telur sebelumnya Rp 1.400 sekarang 1.600 per butir. Cabai merah 38ribu sebelumnya 28ribu. Pusing. Hidup makin sulit,” sambung Ani.

Sejumlah ibu-ibu di Pasar itu berharap pemerintah memperhatikan dan mengkontrol harga kebutuhan Pokok.
Harap mereka, Pemko Batam berperan aktif mengawasi harga di pasar.
“Pak Rudi tolonglah kami rakyat kecil ini diperhatikan. Anak buahnya rutin lah cek pasar. Cari uang sudah sulit, kebutuhan hidup jangan lah ikut menghimpit,” pinta Ibu Munaroh kepada Walikota Batam, H Muhammad Rudi.

(Wando N)

Bagikan

Post Comment