Pertaruhan Marwah Dipusaran Kasus Engku Putri

Oleh Nohoks
Ilustrasi pertarungan dua superhero (Foto:beritagar/google)

Kasus tarian erotis Engku Putri, tampaknya, memasuki babak baru keajang pertaruhan marwah.

Penjaga marwah Wali Kota Batam Muhammad Rudi pemicu masalah, alih-alih hendak membentengi, justru marwah Rudi “tergguncang” olehnya.

Aksa Halatu sang penjaga— marwahnya pun “babak-belur”, mengantarkannya ke penjara.

Di saat babak belur, Aksa tiba-tiba mendapat empati dari Suryo Respationo dan Zukriansyah atau JJ, tokoh masyarat Kepri ini.

Harapan Aksa kepada ke dua tokoh ini, paling tidak meringankan tekanan psikis di penjara, syukur-syukur bisa tahanan luar.

Itu juga yang digaungkan dan “diamini” Suryo dan JJ, ketika membesuk Aksa cs di rutan Polresta Barelang, minggu lalu, hingga terekspos luas ke publik.

Asumsi publik, upaya Suryo membantu Aksa dan empat temannya, bukan hal yang tak mungkin. Sosok Suryo di Kepri punya pengaruh, meski upaya yang dilakukan masih pada koridor hukum formal.

Untuk menjalankan upaya hukum itu, tiga pengacara: Bambang Yulianto, Niko Nixon Situmorang dan Sulhan, telah pula mengajukan surat penangguhan kepada polisi, Kamis(24/6).

Surat permohonan penangguhan penahanan atas nama kliennya Aksa, Haryono, Tiga penari Noppy, Puti Lestari, dan Ratna.

Begitulah perjalanan kasus tarian erotis Batam yang berdimensi luas, hingga menarik-narik para tokoh dan pengacara tangguh kepusaran pertarungan marwah.

Mereka, tampaknya, tak sekadar berempati bahkan sudah pasang badan dalam posisi masing-masing.

Sekarang bola di tangan penyidik. Polisi dengan segala kewenangannya, bisa menerima permohonan penangguhan penahanan atau menolak.

Di sinilah kewenangan obyektif dan subyektif polisi digunakan.

Ekses dari aksi pornografi ini memang punya sanksi hukum yang lumayan berat. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Polisi menjerat para tersangka dengan Undang Undang Pornografi No 44 Tahun 2008.

Kita tinggal menunggu keputusan dari kepolisian, ke mana arah angin berputar , khususnya dalam kontek upaya hukum penangguhan ini.

Lalu, adakah pihak yang  merasa marwahnya terdegradasi akibat dari keputusan penyidik nantinya?

Polisi diyakini akan menjaga marwah jabatannya sebagai aparat penegak hukum yang berkeadilan.

Suryo dan JJ, juga akan tetap berjuang menjaga marwah dan keampuhan ketokohannya yang juga mengerti tentang prosedur hukum.

Ketiga pengacara itu juga wajar menjaga marwah keprofesiannya dan keampuan pengetahuan hukumnya dalam kontek meloloskan penangguhan penahanan itu.

Sembari putusan penangguhan belum terjawab, Rudi pun kini tengah berupaya keras menegakkan marwahnya dari terpaan tuduhan miring terhadapnya.

Tuduhan kedekatannya dengan Penjaga Marwah Rudi (PMR), tentang akuntabilitas kegiatan yang mengunakan aset pemerintahan dan tudingan dana yang mengalir dari kocek Pemko ke kantong PMR.***

Bagikan

Post Comment