Preview Nurdin Versus Asosiasi Penolak KEK

Nurdin Basirun Gubernur Kepulauan Riau (Foto:google)

Oleh Omrad

Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Selasa (8/5), berjanji menemui Asosiasi Pengusaha (AP) Kepri yang menolak transformasi FTZ Batam ke KEK.

Meski belum dipastikan kapan, tapi Nurdin, tampaknya, memberi ruang dan waktu beradu argumentasi tentang plus minus transformasi FTZ ke KEK.

Tidak demikian bagi beberapa orang warga “korban” pelebaran Dam Sei Gong, Batam, yang berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur, Senin (7/5). Meski begadang semalaman, berembun beratapkan langit, Nurdin tak sudi menemui pengunjuk rasa. Seraya berderai air mata, mereka pun gigit jari lalu kecewa.

Kembali ke rencana menemui AP, muncul pertanyaan: Bukankah surat penolakan AP yang diwadahi Kadin Kepri itu dialamatkan kepada Presiden Jokowi?

Atau sebaliknya, AP siap menenerima tawaran gubernurnya sendiri untuk saling menguji bobot kemampuan wawasan dan keilmuan dibidang ekonomi makro masing-masing, tentang KEK yang belum final itu?

Kita pun menunggu akan itu, kapan pertemuan dilakukan. Kita juga menanti argumentasi siapa yang lebih tajam dan sangat ilmiah soal kegagalan FTZ dan kelebihan KEK ke depan.

Atau akan ada loby-loby yang saling menguntungkan bagi para pengusaha yang selalu mengutamakan keuntungan itu.

Mungkin juga akan ada penolakan dari AP, lalu mempertanyakan kapasitas Nurdin di KEK yang belum memiliki Peraturan Pemerintah itu. Atau menolak pertemuan dengan alasan: kami sedang menunggu undangan sebagai balasan surat dari Jokowi.

Andaikan demikian akhirnya, bisa jadi pula mereka akan sama-sama bertemu di Istana negara dengan warga Sei Gong yang tidak dihiraukan Nurdin, karena konon, mereka juga sedang menuju ke sana mengadukan nasibnya ke Jokowi.

Dan, syukur-syukur sekalian bila Jokowi berkenan menjawab kebenaran surat permohonan Nurdin atas penunjukan Wali Kota Batam sebagai ex-officio Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Bagikan

Post Comment