Pub Anak Muda Anti Narkoba Hadir di Batam

Kedua dari kiri, Kepala BNN Provinsi Kepri Brigjend Pol Richard Nainggolan (Foto:Batamupdate.com)

Batamupdate.com

Batam– Tempat hiburan malam (THM) identik dengan hal glamour. Menjurus ke hal negatif. Di Batam THM tidak sulit ditemukan. Kelas pinggiran sampai kelas elit tersebar di sana -sini.

Pria-wanita, Tua-Muda berbaur di THM. Menikmati acara yang disuguhkan si empunya tempat. Joget pengunjung mengikuti dentuman musik di sana.

Setiap bicara THM, opini yang terbangun di masyarat selalu negatif. Arena THM juga diduga jadi ‘sarang’ beredarnya narkoba. Setali tiga uang pihak aparat kerap melakukan razia di tempat itu. Tes urine dilakukan, ada yang bersih tak sedikit pula yang positif menggunakan narkoba.

Narkoba menyasar segala lini. Bukan hanya orang dewasa. Anak-anak pun menjadi korban ganasnya bisnis barang haram itu.
Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2017, pengguna narkoba di Kepri mencapai 26.540 jiwa. Angka yang fantastis. Usia pengguna10-59 tahun.

Hal yang diceritakan diatas menggugah hati Dedi pengusaha muda dari Jakarta yang sering berkunjung ke Batam. Dedi menceritakan rasa prihatinnya di hadapan Kepala BNN Provinsi Kepri Brigjend Pol Richard Nainggolan.

Jumat(29/6), Dedi dan Jamil rekan bisnis nya dari Singapura, menemui Jenderal itu di Kantor BNN Kepri di Batu Besar, Batam.

“Saya prihatin lihat anak-anak muda terjerat narcotics. Saya ada buka usaha Pub Live Music mengusung semangat anti narcotic Pak”, terang Dedi.

Dedi berharap instansi BNN di Kepri yang dipimpin Richard mau bekerja sama dengannya mensosialisasikan bahaya narkoba dihadapan tamu Pub Exotic Batam.

“Jika berkenan, nanti saya mengundang BNN untuk melakukan sosialisi anti-narkoba disela hiburan di sana. Agar pengunjung benar-benar yakin bahwa Pub itu clean and clear dari narcotic,” kata Dedi.

Richard menyambut baik upaya pemuda itu atas perhatiannya kepada generasi penerus di Kepri. Dia mengatakan itu merupakan hal yang baru di Indonesia.
” Selama saya bertugas baru kali ini pengusaha tempat hiburan mengajak kami turut serta menjadi bagian di dalam acara. Hal ini juga merupakan salah satu program BNN melakukan pencegahan. Saya apresiasi hal ini”.

“Selain pembicara, nanti bisa juga kita tempel poster anti narkoba, atau kita putar video bahaya narkoba di lokasi untuk menyelingi acara. Atau kita pikirkan model lain cara sosialisasinya,” kata Richard.

Richard juga mengungkapkan bahwa pengusaha belum pernah melakukan hal seperti yang diminta Dedi.
“Biasanya mereka anti dengan kami, karna ketatnya pengawasan akan menurunkan income. Hal ini baru. Kita diminta berperan langsung,” kata Richard.

Dedi menjelaskan alasan kuat dirinya menginginkan peran serta BNN ditempat usaha nya itu. Dia hanya mengakomodir keluh-kesah rekannya Jamil saat berwisata ke Batam.

Jamil pun bercerita pengalamannya melepas penat di Batam.

“Saya memang orang yang suka dunia hiburan, misalnya live music, tapi kalau saya ke Batam saya takut juga sembarangan masuk tempat hiburan”.

“Di Singapura, cerita tentang Batam ini ngeri. Kawan saya pernah masuk tempat hiburan. Dia dijebak. Ada yang memasukkan pil kedalam mulutnya. Dia tidak tau itu narkoba. Sekembali ke Singapura, dia kena random chek di imigrasi Singapura. Urine nya positif mengandung zat amphetamine. Akhirnya dia dipenjara satu tahun. Setelah bebas dia wajib tes urine tiga kali seminggu selama beberapa bulan. Paspor ditahan selama dua tahun. Seumur hidup datanya soal itu ada di kepolisian Singapura,” jelas Jamil.

Jamil mengungkapkan hanya karena sekali kelalaian, sahabatnya itu harus menerima konsekuensi yang sangat merugikan seumur hidupnya.

Sebab itu, Jamil prihatin dan berniat mencari pengusaha yang berani memberikan garansi kenyamanan untuk turis yang berlibur di Batam. Yang sehobi dengannya menikmati live music. Jamil pun bertemu dengan Dedi.

Di Pub milik Dedi, Jamil sudah berapa kali berkunjung. Dari pengalamannya, dia tidak pernah melihat gelagat adanya peredaran barang haram di Pub itu.

“Saya ingin memberi jaminan kepada pengunjung bahwa ada loh Pub di Batam yang steril dari narkoba. Diwujudkan nyata dengan menjalin kerjasama dengan BNN. Bahkan kami juga siap di tes urine di lokasi,” timpal Dedi pada pertemuan itu.

Untuk menarik perhatian anak-anak muda di Batam, selain diadakan door prize, acara disitu juga akan menyuguhkan lagu-lagu daerah. Cinta budaya dan bahasa daerah. Itu juga tujuan Dedi.

“Kita akan berinovasi, buat acara positif yang menarik anak-anak muda, keamanannya pun akan kita tingkatkan agar tidak ada benda dan barang berbahaya masuk. Kenyamanan yang paling utama,” sambung Dedi.

Intinya, Dedi berharap generasi muda sadar dan bersih dari bahaya narkoba. Karna tongkat estafet kepemimpinan negara akan dilanjutkan generasi milenial itu.
(Omrad)

Bagikan

Post Comment