PWI Kepri Sampaikan Belasungkawa dan Sayangkan Insiden yang Menimpa Wartawan

Logo Persatuan Wartawan Indonesia ( Foto: YouTube.com)

Batam, Batamupdate.com- Kabar duka mendalam datang dari satuan TNI AD yang menggelar gladi bersih latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepri, Rabu (17/5/2017).

Dalam persiapan latihan, terjadi insiden yang memilukan, empat prajurit TNI AD dari satuan Batalyon Arhanud 1/K gugur dalam tugas dan 8 prajurit lainnya mengalami luka-luka dan sedang dalam perawatan yang intensif.

Sejauh ini, diduga, insiden ini terjadi akibat tidak berfungsinya salah satu Alutista dengan baik.

Tidak hanya TNI yang berduka, rakyat Indonesia pun turut merasakan hal yang sama atas peristiwa gugurnya prajurit-prajurit terbaik negeri ini, tidak terkecuali, insan pers pun turut merasakan duka yang serupa.

Dibalik insiden duka ini, saat melakukan liputan di lokasi, wartawan yang sedang melakukan liputan diduga mengalami tindakan kekerasan.

“Kameranya diambil, hapenya juga di rampas, semua foto-foto dan file berita yang ada didalam di hapus,” ucap Evy R Syamsir Selaku Kepala Kantor Berita Antara Kepri, menjelaskan apa yang dialami salah seorang Wartawan Antara. (Dikutip dari Batamclick)

Menanggapi hal itu, Ramon Damora selaku Ketua PWI Kepri (Persatuan Wartawan Indonesia), terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa kepada Keluarga Besar TNI terkhusus untuk keluarga prajurit yang gugur dan terluka dalam menjalankan tugas.

“Pers Kepri berduka atas musibah yang menimpa keluarga besar TNI dalam insiden yg terjadi di sela-sela latihan militer siang tadi di Tanjungdatuk, Natuna,” ungkap Ramon Damora

Selanjutnya, menanggapi dugaan kekerasan terhadap wartawan, Ramon Damora mengirimkan pers rilis ke grup WhatsApp SMSI Kepri (Serikat Media Siber Indonesia).

Berikut pers rilis yang diterima Batamupdate.com di Grup SMSI Kepri:

assalamu’alaikum, mohon disebarluaskan, dan mohon dukungan rekan-rekan semua…

Atas insiden kekerasan yang menimpa sejumlah wartawan Kepri setelah meliput musibah duka di Tanjungdatuk, Natuna, PWI Kepri bersikap:

1. Pers kepri berduka sangat dalam atas musibah yang menimpa keluarga besar TNI dalam insiden yg terjadi di sela-sela latihan militer siang tadi di Tanjungdatuk, Natuna.

2. Bagi kami, Pers Kepri, tak ada kesedihan yang lebih memilukan rasanya, selain melihat empat personel TNI gugur, dan belasan lainnya terluka, di medan tugas di Natuna, sebuah wilayah yg menjadi perhatian dan pertaruhan kita bersama pada hari ini untuk membuktikan rasa hormat yang tinggi terhadap kedaulatan NKRI. untuk itu kami berdoa agar keluarga korban senantiasa diberi ketabahan, dan kepada anak-anak yang ditinggalkan, percayalah, kelak kalian akan mendapatkan dokumentasi jurnalistik yang baik, bahwa orangtuamu gugur secara kesatria di pangkuan bumi pertiwi.

3. Tanpa mengurangi empati atas musibah yang terjadi, kami juga harus menegaskan, bahwa segala tindakan yang menghalang-halangi pekerjaan pers untuk mendapatkan informasi, tidak pernah bisa dibenarkan. Aksi sejumlah personel TNI tadi siang yang merampas kamera dan ponsel beberapa junalis Kepri, lalu disertai dengan ancaman verbal agar insiden Tanjungdatuk tidak dipublikasikan, jelas-jelas melanggar hukum.

4. Kami meminta semua pihak menghormati tugas-tugas jurnalistik yang ingin memberikan laporan secara utuh kepada masyarakat. Tugas pers dilindungi undang-undang, salah satunya seperti termaktub dalam Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 18 ayat 1 bahwa menghalang-halangi pekerjaan jurnalistik merupakan tindakan melawan hukum dan pelakunya bisa dikenai sanksi denda Rp500 juta atau dua tahun hukuman kurungan badan.

5. Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai insiden TNI versus wartawan, yang tahun lalu berturut-turut terjadi di Medan, Madiun, dan Makassar, agar TNI dan pers saling menghargai tugas masing-masing, kami catat dengan baik. Untuk itu, PWI Kepri menghimbau kepada seluruh pekerja pers untuk memberitakan insiden Tanjungdatuk secara proporsional, berimbang, dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

6. Kami menuntut agar TNI segera mengeluarkan pernyataan resmi atas dugaan kekerasan yang terjadi pada sejumlah wartawan Kepri, dan sekaligus menginstruksikan para personelnya untuk tidak lagi mengancam pers menginformasikan musibah Tanjungdatuk, dalam bentuk apapun.
Terimakasih atas perhatiannya.
Salam hormat,

Ramon Damora
Ketua PWI Kepri

 
(TIM)

Bagikan

Post Comment