Rapat Adat Menunggu Dato Nyat Kadir Sehat

Zukriansyah Tokoh Melayu (Foto:dmk/dokumentasi)

Batamupdate.com

Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam hampir pasti menggelar sidang adat atas ekses tarian erotis di Engku Putri itu.

“Menurut info dari sekretariat LAM tinggal menunggu pulihnya kesehatan Dato Sri Setia Amanah Nyat Kadir, karena sepulang dari Umroh kurang sehat,” kata Said Andi Iduar salah satu pengurus LAM di sini.

Andi menjawab batamupdate.com lewat chatt WA, Minggu (22/4) ke desk redaksi.
Sementara sebelumnya Andi juga mejelaskan ke media kepastian digelarnya rapat adat itu.

Tujuan rapat adat, menurut Andi, meminta klarifikasi kepada Datok Setia Amamah Muhammad Rudi sekaligus sebagai Wali Kota Batam, hal ihwal yang meresahkan masyarakat Batam itu.

Kata Andi lagi, dari hasil dan keputusan rapat itu akan dibuat Maklumat obyektif kepada khalayak.

Apakah sanksi adat itu akan sampai “mencopot” gelar kehormatan gelar Datok dari Rudi andaikan terdapat kesalahan atas kasus tak senonoh itu? Ini belum terkonfirmasi.

Gelar Datok Setia Amanah diperoleh Muhammad Rudi pada tahun 2016 dari LAM Batam. Gelar kebesaran Melayu ini ditabalkan langsung oleh Ketua Umum LAM Kota Batam, Dato Sri H Nyat Kadir.

Gelar Datok Setia Amanah dimaknai: yang setia menjunjung sumpah, yang amanah memegang petuah, yang taat pada alur dan patutnya, yang kokoh pada adat lembaganya, sumpah dijunjung janji dipegang, taat setia muka belakang, pendirian benar berdada lapang, memikul beban tiada gamang, bijak berkata Aarit menimbang dan memimpin umat tentu terbilang.

Tokoh Melayu lainnya juga tak kalah suara keras.

Baik mantan Ketua LAM Haji Raja Zainuddin, demikian juga tokoh perempuan Melayu Bunda Ratnawati Simon. Mereka sama-sama mendesak agar dilakukan tabayun dengan Rudi seputar masalah yang mencoreng marwah dan adat Melayu ini.

Raja Zainuddin lebih spesifik lagi mengkritisi bahwa kejadian ini bahkan telah mencoreng syariat Gurindam Dua Belas. Gurindam Dua Belas adalah Syair dari Raja Ali Haji.

Teranyar  mengkritisi permasalahan tarian tak senonoh ini adalah Zukriansyah  tokoh Melayu yang merupakan keturunan Zuriat Raja-Raja Melayu di Pulau Penyengat.

Dia diwancarai  Batamupdate.com, lewat Chatt WA , Minggu 22 April 2018.

Berikut  wawancaranya singkatnya:

Tanya: Terkait pernyataan bapak bahwa acara tersebut merupakan kategori pelecehan terhadap hari besar agama, apakah akan dilaporkan kepada pihak berwajib, sehingga pasal yg dituduhkan tidak hanya UU Pornografi?

Jawab: Masih di kaji oleh lawyer sayaa

Tanya: Apakah yang dimaksud kan Ayahanda untuk bertanggungjawab menjelaskan ke Publik adalah Walikota Batam?

Jawab: Masalah tanggung jawab itu belom bisa di tafsirkan jika tiada kronologi secara detail kita dapatkan. Semogab saja kronologi yg detail dan jujur didapatkan oleh aparat penegak hukum.

Tanya: Harapan ayahanda sendiri untuk walikota yang melantik PMR, seperti apa?

Jawab: Gentelement  speech dong,  masa iya didesak utk melantik apa benar pernyataan itu. Harus nya pers juga bertanya dgn saudara Aksa tentang kebenaran didesak tsb.

Tanya: Apakah walikota harus meminta maaf ke publik secara terbuka, karna telah melukai perasaan umat muslim yang sedang merayakan Isra Mi’raj, Ayahanda?

Jawab: Yahh itu benar juga dan saya rasa hal yg sangat wajar jika dilakukan dari pada mengatakan didesak.

Tanya: Bagaimana perasaan Ayanhanda sebagai Keturunan Zuriat Raja-Raja di penyengat melihat kejadian tarian erotis di Bumi segantang Lada itu?

Jawab: Sya sangat tidak suka

 

Penulis: Redaksi

Bagikan

Post Comment