Haji Raja Zainuddin Sarankan LAM Gelar Sidang Adat

Wawancara Eksklusif
Soal Tarian Seronok di Engku Putri
Haji Raja Zainuddin tokoh Melayu (Foto:screenshot video Batamupdate.com)

Batam, Batamupdate.com

Mantan Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu (MKAM) Haji Raja Zainuddin  sangat  prihatin dan kecewa atas terjadinya tarian seronok yang dipertontonkan di Batam Centre, yang menghebohkan Batam itu.

“Ini menciderai tegaknya adat di bumi Melayu ini,” kata salah satu pendiri MKAM Kepri ini.

Dia pun menyarakankan agar Lembaga Adat Melayu (LAM) di sini segera melakukan Sidang Adat atas kasus yang terjadi, Sabtu14/4) itu.

Hukum adat setempat, katanya, mesti ditegakkan di bumi Lancang Kuning ini, apalagi dalam kasus tarian bermasalah di Dataran Engku Putri itu.

“Kita bertanya kepada LAM, atas adanya kejadian ini, di mana letak pribahasa dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Raja Zainuddin salah satu pendiri MKAM itu.

Ditemui batamupdate.com di Kepri Mall di kawasan Sukajadi, Rabu(18/4), tetua adat yang lahir di Pulau Ngenang ini mengulangi lagi soal kekecewawannya karena tarian erotis itu dilakukan di tempat umum sempena hari besar keagamaan.

Itu sebab Raja Zainuddin meminta LAM melakukan musyawarah menyelesaikan masalah ini. “Panggil pihak-pihak terkait, lakukan sidang adat,” ujarnya

Kemudian, kata pria berpeci, 74 tahun ini, bila ditemukan pelanggaran, pihak yang terbukti melakukan tindakan tak terpuji harus meminta maaf secara terbuka kehadapan publik.

Dijelaskan Raja Zainuddin, pada periode kepemimpinannya, Majelis Kerapatan Adat bertugas mengawasi dan menyidang siapa saja yang melanggar nilai-nilai budaya di negeri Melayu ini.

“Hari ini tugas itu menjadi kewenangan ketua lembaga adat,” ujarnya.

Untuk itu Zainuddin meminta hukum adat mutlak diterapkan, sementara untuk hukum negara menjadi ranahnya aparat hukum berwewenang di pemerintahan.

“Minta maaf lah melalui lembaga adat bila bersalah. Urusan hukum pidana kita percayakan saja kepada kepolisian. Saya yakin polisi akan bertindak profesional,” harap pria yang tinggal di Batu Merah, Kecamatan Batuampar itu.

Raja Zainuddin juga menyayangkan kenapa kejadian tarian yang viral dimasyarakat itu tidak dilakukan tindakan penyetopan, saat itu juga.

“Tentunya izin kegiatannya kan ada, siapa yang mengawasi, kenapa tidak langsung di stop?” tanya Raja Zainuddin rada kecewa.

Ke depan, kata dia, tak boleh lagi ada tindakan seperti itu.
Dia meminta karena kegiatan itu  menghabiskan dana, tentu alangkah lebih baik dana digunakan untuk kegiatan keagamaan dan melestarikan budaya yang sangat bermanfaat bagi khalayak ramai.

Zainuddin juga mengingatkan bahwa  perlunya melestarikan dan menegakkan nilai budaya Melayu khususnya dalam setiap kegiatan termasuk tentang makna Gurindam 12 sebagai Syariah Melayu.

“Dimana Bumi dipijak di situ langit dijunjung. Kalau boleh dalam setiap ada acara di Kepri tolong dibacakan Gurindam 12, itu adalah syariah Melayu, agar kita dapat mewujudkan Batam Madani,” ujarnya.

Seperti yang sudah dilaporkan Batamupdate.com sebelumnya telah terjadi satu peristiwa tak senonoh di Dataran Engku Putri di samping Kantor Walikota Batam.

Enam orang tersangka terpaksa di kerangkeng polisi sebagai tersangka atas kejadian tarian erotis itu. Salahsatunya Aksa Halatu sebagai Ketua Penjaga Marwah Rudi(PMR).

Kegiatan selingan tari bermasalah itu dalam rangkaian acara hiburan pelantikan Ormas PMR di lantai IV gedung walikota dan Pesta Rakyat yang dihelat PMR bersama Club motor NVLF.(om)

Bagikan

Post Comment