Survei: Keluarga Kehilangan ‘Quality Time’ Sebab Orang Tua Sibuk ‘Eksis’

Ilustrasi keluarga yang sibuk dengan smartphone masing-masing (Foto:Kompasiana)

Batamupdate.com, Lifestyle – Tak hanya anak muda, orang tua pun ingin eksis. Bahkan sebuah survei di tahun 2016 menyebut, waktu yang dihabiskan orang tua dan anak untuk bermain gadget bisa sama banyaknya.

Padahal penelitian yang digelar di Inggris baru-baru ini menyebut, penggunaan gadget, utamanya ponsel pintar di kalangan orang tua dapat mengganggu kehidupan keluarganya, baik disadari ataupun tidak.

Menariknya, pendapat ini diutarakan oleh 2.000-an responden berusia 11-18 tahun. Artinya remaja-remaja ini dimintai pendapatnya tentang penggunaan gadget orang tua mereka. Riset sendiri dilakukan oleh Digital Awareness UK dan Headmasters’ and Headmistresses’ Conference (DAUK and HMC).

Lebih dari sepertiga responden atau 36 persen mengaku telah meminta orang tuanya untuk berhenti mengecek ponsel mereka. 14 persen responden mengatakan, orang tua mereka tetap saja online saat makan bersama.

Padahal 82 persen responden muda juga sepakat saat makan bersama seharusnya tak ada satupun anggota keluarga yang menggunakan ponselnya.

Namun di antara remaja yang menegur orang tua mereka, 46 persen mengaku orang tuanya cuek-cuek saja dan 44 persen lainnya marah ketika diingatkan.

Akan tetapi ketika dilakukan survei terpisah, 95 persen dari 3.000 orang tua mereka membantah pengakuan ini. Hanya 10 persen orang tua yang meyakini anak-anak peduli dengan pola penggunaan ponsel mereka.

Hal ini bertentangan dengan pengakuan 43 persen orang tua yang mengamini jika mereka terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk bermain ponsel. 37 persen di antaranya mengaku memegang ponsel 3-5 jam perhari, terutama di akhir pekan; sedangkan 5 persen lainnya bisa menghabiskan waktu hingga 15 jam perhari di akhir pekan.

Riset lain yang dilakukan DAUK and HMC tahun lalu juga menyebut para remaja sendiri mengkhawatirkan penggunaan ponsel mereka, sebab mereka mengaku jadi mengantuk atau merasa kurang tidur saat harus beraktivitas keesokan harinya (47 persen).

Sayangnya di survei terbaru ini, lagi-lagi hanya 10 persen orang tua yang mencemaskan kebiasaan online buah hati mereka, apalagi berpikir sampai hal itu membuat mereka kurang tidur.

Padahal juga disebutkan bahwa 22 persen remaja mengaku kebiasaan online orang tua mereka telah mengurangi quality time mereka bersama.

“Pada dasarnya anak-anak kita sadar ada banyak risiko yang berkaitan dengan penggunaan teknologi secara berlebihan, tetapi mereka ingin orang dewasa dalam kehidupan mereka bertindak, dengan memberikan batasan dan memberikan contoh yang baik, meski nyatanya tidak,” keluh Mike Buchanan dari HMC seperti dilaporkan BBC.

Emma Robertson dari DAUK juga menyentil banyaknya orang tua yang tidak menyadari atau mau peduli dengan berapa lama penggunaan ponsel pada anak-anak mereka, utamanya di malam hari.

“Kami harap ini bisa jadi wake-up call untuk orang tua dan mungkin kita bisa mendorong mereka untuk mengatur ulang penggunaan gadgetnya atau anak-anak mereka,” timpalnya.

 
(Sumber:detik.com)

Bagikan

Post Comment