“Tarian Selangkangan Menempeleng Rudi”

Batam- Batamupdate.com

Entah bermaksud menyaingi “Batam Menari” yang heboh itu. Satu “tarian selangkangan”, kini kembali menghebohkan jagat Batam.

Heboh dan viral tarian erotis yang disebut sampai “menempeleng” wajah Walikota Batam Muhammad Rudi itu.

Bermula dari rangkaian acara pelantikan Ormas PMR (Penjaga Marwah Rudi), Sabtu kemaren di alun-alun Engku Putri.

Salahsatu kegiatan hiburan rakyat disuguhkan: tarian tiga wanita muda bernuansa erotis atau sering disebut tari strip atau semi telanjang. Video tarian tak senonoh itu, kini beredar luas di publik alias viral.

Tampak di video itu, tiga penari wanita. Tubuh mereka dengan balutan bawahan; bibir celana pendek ditubir selangkangan yang mengumbar paha montok, membetot syahwat.

Pakaian bagian atas sangat jauh dari sekadar tidak menutupi semua aurat. Ketiga penari itu meliuk-liukkan tubuhnya yang gemulai di kawasan alun-alun Batam Center. Tentu tarian tak sopan ini pun tak luput dari tontonan publik di sana.

Bila melihat nuansa tari yang disuguhkan dengan paduan liukan tubuh yang aduhai, sebenarnya tampilan fisik seni hiburan seperti ini sering terjadi dibanyak acara lain atau pada acara senam raga di depan umum. Belum lagi bila menonton keyboard dangdutan.

Tapi mengapa tari yang disuguhkan pada pesta rakyat PMR (Penjaga Marwah Rudi) ini menjadi viral lalu dipermasalahkan banyak pihak. Bahkan tidak hanya sekadar mempermasalahkan. Publik menuding
bahwa tari tak etis ini sudah mencoreng citra baik dan menempeleng wajah Muhammad Rudi.

Ada tiga sudut pandang obyektif yang disimpulkan dari hujatan publik atas tari yang mempermalukan “Batam 1” ini. Tiga sudut pandang itu, yakni dari unsur tempat, waktu dan nama dibalik acara ini.

Soal tempat. Bahwa alun-alun Engku Putri di samping Kantor Wali Kota Batam itu didesain sebagai pusat kegiatan publik yang tidak boleh dicemari oleh kegiatan di luar norma kepatutan yang kurang beradab.

Kawasan Engku Putri pernah dijadikan tempat acara akbar nasional keagamaan, yakni acara Musabaqah Tilawatil Quran ke XXV tahun 2014. Mungkin juga akan dilakukan selanjutnya. Dan, hingga sekarang acara keagamaan lain pun sering dilaksanakan di sini.

Dari segi waktu: kegiatan pelantikan ormas yang dibalut tari erotis itu ditaja bertepatan pula dengan Isra Mi’raj yang jatuh pada Sabtu 14 April. Membawa-bawa nama Rudi pula.

Sementara sudut pandang ketiga adalah bahwa ormas pelaksana kegiatan acara ini disebut sebagai ormas PMR. Defenisi marwah dalam KBBI adalah kehormatan diri, harga diri atau nama baik.

Nah, sekarang publik tengah menghujat acara ini. Ibarat arus, cercaan tak terbendung. Arah panah hujatan, makian, kegiatan tak bermoral dan tidak beradap inipun mengarah pada sosok Rudi.

Rudi dalam berita di beberapa situs online menyampaikan bantahannya. Disebut bahwa Wali Kota yang dikenal taat agama ini sangat marah dan prihatin dengan tarian tak sopan itu. Apa lagi dengan membawa namanya.

Saking marahnya Rudi, dia lalu mempersilakan pihak berwajib mengusut kegiatan bernuansa esek-esek itu. Itu breaking news.

Apakah kemarahan Rudi yang menyinggung soal moralitas ini, berakibat pada pembuburan ormas besutannya ini. Atau hanya sekadar melemparnya kepersoalan hukum saja. Atau kemudian senyap setelah ditelan hari? Kita lihat episode berikutnya dan waktu lah yang akan menjawabnya.

Kita sungguh memehami kemarahan Rudi. Kita juga meyakini Rudi tak tahu menahu soal konten acara yang mempermalukannya itu.

Disamping MEMPERMAKLUMKAN, kita perlu juga mengingatkannya Rudi akan perlunya kehati-hatian dalam menapaki debut kekuasannya. Kejadian kali ini kita buat sebagai peringatan dini.
Peringatan akan segala menuver politik. Sekarang dan ke depan.

Dukungan ormas dan kelompok lain dalam menjaga, mendukung keutuhan kekuasan Rudi apalagi mensukseskan ambisi positif politik ke depan adalah hal yang lumrah.

Tapi, kalau dijalankan tidak was-was—bisa saja kekuatan jaringan pendukung yang dibentuk sebelumnya, sekarang dan ke depan, berbalik menjadi batu sandungan.

Jaringan kekuatan politik yang diharapkan mengangkat citra positif bagi Rudi—sebaliknya bisa menjadi blunder dan berpotensi menyakiti hati masyarakat. Menyakiti hati rakyat yang tak disadari oleh Rudi. Tak disadari karena kesemberonoan para pengikutnya yang tengah euforia di lingkaran kekuasaan seperti euforia tarian seronok ini.

Satu hal lain yang perlu diingatkan dini. Yaitu, dalam hal sorotan publik dan disebut ibarat api dalam sekam.

Isu pengangkatan ribuan ketua RT dan RW se Kota Batam. Pemilihan dan pengangkatan para ketua RT dan RW yang disebut bernuansa politis yang kental yang membawa-bawa nama wali kota itu sendiri.

Isu yang bertebaran di tengah publik menyebut bahwa ada satu ‘grand strategy’ bermasadepan yang tengah dirancang untuk membangun satu kekuatan besar dari bawah untuk mensukseskan cita cita politik tingkat lanjutan dua tahun ke depan.

Ini memang masih sebatas isu. Tapi Kami juga sedang melakukan investigasi yang konprehensif tentang kebenaran isu berdimensi tinggi ini. Pelanggaran hukum apa yang terjadi.

Dan laporan akan hasil investigasi itu akan kami laporkan kemudian di situs berita ini. Apakah isu itu hanya sekadar isapan jempol untuk menjatuhkan marwah Rudi atau memang itu satu fakta empiris.

Apakah fakta yang terungkap nantinya akan menjadi hal yang seksi juga melebihi seksinya tarian erotis di Engku Putri yang tengah heboh itu? Tunggu saja laporannya.

Penulis: Nohoks

Bagikan