Monday, April 15, 2024
HomeBatamPGI Dorong Gereja Dukung Perempuan Sebagai Pemimpin Bangsa Beri Pendidikan Politik ke...

PGI Dorong Gereja Dukung Perempuan Sebagai Pemimpin Bangsa Beri Pendidikan Politik ke Pemimpin Gereja Sambut Pesta Demokrasi

BATAMUPDATE.COM, BATAM – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali menyelenggarakan pendidikan politik bagi warga gereja untuk menyambut pesta demokrasi 2024 mendatang. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Golden Bay Batam, Kepulauan Riau.

Para pengurus PGI pusat datang ke Batam untuk memberikan pemahaman. Sebelumnya pengurus pusat PGI sudah melaksanakan di Bali, Tangerang, Makassar, Medan, Lombok, dan Ambon.

Pelaksanaan kegiatan ini bekerjasama dengan PGIW Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Peserta dalam kegiatan ini adalah para pendeta dan pimpinan lembaga di wilayah Kepulauan Riau.

Ketua Umum PGIW Kepulauan Riau, Pdt. Renova Sitorus mengatakan bahwa Kepri ini merupakan miniatur Indonesia yang perlu dirawat agar tidak menimbulkan gesekan yang dapat mencederai kebersamaan terutama menjelang pemilu 2024 mendatang.

“Kepri banyak menghasilkan tokoh-tokoh Kristiani yang duduk di parlemen baik di DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kota/Kabupaten. Banyaknya tokoh yang maju dalam pencalegan tentu menggembirakan, tapi disisi lain potensi sesama caleg (Calon Legislatif) Kristen bisa terjadi dan bisa juga merembet ke jemaat,” tutur Pdt. Renova yang juga menjabat Praeses HKBP Distrik XX Kepri ini.

BACA JUGA:   Bertemu Jokowi, PM Timor Leste Xanana Gusmao Doakan Pemilu 2024 Lancar

Oleh karena itu, kata dia, penting dilakukan pendidikan politik agar mendapat gambaran yang lebih baik bagaimana gereja dalam menghadapi pemilu 2024 ini. Gereja harus bersifat netral dan mampu menempatkan diri.

Sementara itu, Pdt. Lenta Simbolon sebagai narasumber memaparkan bagaimana gereja harus bersikap dalam menghadapi tahun politik. Ia menuturkan pergumulan umat Kristiani di Indonesia harus memahami dirinya sebagai Warga Kerajaan Sorga sekaligus Warga Negara Indonesia.

“Tuhan hadir dalam proses kehidupan kita, sejak karya penciptaan terjadi. Tuhan yang sama memerdekakan dan mengijinkan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Sepatutnya kita mensyukuri itu,” kata Pdt. Lenta.

Di tempat yang sama, Narasumber lain Pdt. Krise Gosal, menekankan bahwa penting juga peran gereja mempersiapkan dan mendukung kaum perempuan sebagai pemimpin di bangsa ini.

“Data menunjukkan rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen, ini menunjukkan bahwa syarat pencalegan minimal 30 persen keterwakilan Perempuan masih hanya sebatas catatan regulasi. Kita perlu mendorong gereja agar lebih peduli terhadap pemimpin dari kaum Perempuan, program-program penguatan kapasitas Perempuan gereja, pemberian akses dan pengadaan anggaran untuk program menjadi hal yang bisa dilakukan gereja untuk mendukung kaum Perempuan,” ujar Wasekum PGI ini.

BACA JUGA:   Capai Tujuan Kinerja Organisasi, BP Batam Gelar FGD Manajemen Risiko

Penanggung jawab kegiatan Pdt. Henrek Lokra mengatakan pemilu tahun depan akan dihadapkan pada beberapa tantangan seperti penggunaan politik identitas, penyelenggaraan yang bersih dan transparan, serta partisipasi perempuan.

“Pemilu tahun depan akan berat sebab politisasi identitas berdasarkan agama yang kian menguat, belum terjaminnya penyelenggaraan yang bersih dan transparan, serta keterlibatan perempuan dalam politik,” ujar Pdt. Henrek Lokra yang juga Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI.

Selain itu, menurut Pdt. Lokra, Gereja juga bisa mengambil peran untuk menyediakan data yang valid selama pemilu agar untuk menghindari hoax dalam masyarakat.

“Dengan kekuatan gereja yang besar, kita perlu mendorong jemaat-jemaat terlibat aktif dalam memantau dan melaporkan hasil pemilu sehingga gereja memiliki data yang cepat dan akurat. Proses seperti ini bisa kita lakukan terutama di daerah basis-basis Kekristenan,” kata Pdt. Lokra. (*/man)

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER