Monday, April 15, 2024
HomeBatamBeras Merangkak Naik Harga di Beras di Jawa dan Sumatera Juga Naik

Beras Merangkak Naik Harga di Beras di Jawa dan Sumatera Juga Naik

BATAMUPDATE.COM, BATAM – Asosiasi Distributor Kota Batam memprediksi kenaikan harga beras masih akan berlangsung selama beberapa waktu mendatang. Kenaikan itu dipicu beberapa hal yaitu faktor cuaca dan juga pasokan dari daerah penghasil yang lebih sedikit dibanding permintaan.

Ketua Asosiasi Distributor Kota Batam, Ariyanto, mengatakan, kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Batam, melainkan juga daerah lainnya di Jawa dan Sumatera. Bahkan, beras eceran sudah ada yang dijual di harga Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram.

“Di pusat sudah Rp 16 ribu lebih. Makanya bersyukurlah kita, di Batam masih bisa menikmati beras dengan harga yang sesuai,” ujar Ariyanto, Selasa (3/10/2023).

Ia menjelaskan, kenaikan harga beras pun tak terelakkan terjadi di Batam. Namun, kenaikannya tidak berlangsung secara drastis, melainkan bertahap.

Pasalnya, stok beras di gudang distributor Batam masih cukup banyak, sehingga beras-beras tersebut akan dijual terlebih dulu dengan harga yang menyesuaikan harga sebelum kenaikan.

Pihaknya juga mengaku siap apabila diminta untuk mengisi operasi pasar dalam waktu dekat ini, yang direncanakan kembali digelar bulan Oktober 2023. Selaun beras, operasi pasar akan menyediakan stok bahan pokok yang lebih murah, termasuk gula pasir, telur ayam, dan gas LPG.

BACA JUGA:   Jabatan Ex-Officio Beri Kemudahan Izin Berinvestasi, Kini Investasi Asing Tumbuh Positif di Batam

“Untuk kebutuhan Kota Batam, yakni beras, gula, telur ayam, dan lain sebagainya, masih cukup untuk kebutuhan sampai Desember 2023, tak ada kendala masalah stok,” ujar Ariyanto.

Ia juga menjawab perihal kualitas beberapa merk beras yang dikabarkan mengalami penurunan. Menurutnya, produk merk apapun apabila disimpan cukup lama pasti mengalami penurunan kualitas, tetapi pihaknya terus berupaya menjaga agar kualitasnya terjaga.

“Sejauh ini di Batam kami belum menemukan adanya beras oplosan,” ujar Ariyanto. (*/man)

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER