Monday, April 15, 2024
HomeBisnisElektabilitas Prabowo-Gibran 50%, Intip Peluang Pilpres 1 Putaran Versi 5 Survei

Elektabilitas Prabowo-Gibran 50%, Intip Peluang Pilpres 1 Putaran Versi 5 Survei

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaksanaan pemilihan umum atau Pemilu 2024 tinggal 2 pekan lagi. Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil polling terbaru mereka tentang elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden.

Salah satu yang terbaru adalah Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA. Survei LSI Denny JA bahkan mengungkapkan tentang potensi Pilpres 2024 berlangsung 1 putaran.

Melansir Antara survei LSI Denny JA yang dipublikasikan kemarin menunjukan bahwa elektabiltas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencapai 50,7 persen. Angka ini jauh di atas Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang hanya 22 persen dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 19,7 persen.

Selain LSI, riset yang menunjukkan potensi Pilpres 2024 berlangsung satu putaran juga ditunjukkan oleh Data Riset Analitika yang mencatat elektabilitas Prabowo-Gibran telah mencapai 51,7 persen, Anies-Muhaimin 21 persen, dan Ganjar-Mahfud 20,1 persen.

Adapun Pemilihan Umum atau Pemilu adalah berlangsung pada tanggal 14 Februari 2024. Saat ini ada dua arus utama dalam pelaksanaan Pilpres 2024 yakni kubu yang mendorong Pilpres berlangsung satu putaran dan kubu yang tetap ingin Pilpres berlanjut 2 putaran.

BACA JUGA:   Daftar 8 Tim Lolos Perempat Final Liga Europa

Kendati ada peluang Pilpres berlangsung 1 putaran, survei-survei mainstream lainnya menunjukkan bahwa potensi Pilpres 2 putaran juga masih terbuka. Berikut peta elektabiltas capres 2024:

The Economist

The Economist, merilis survei elektabilitas calon presiden (capres). Survei tersebut diperbaharui pada hari ini, Jumat (26/1/2024).

Dalam artikel berjudul Who Will be The Next President of Indonesia itu, The Economist menunjukkan bahwa capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mencatatkan median elektabilitas sebesar 47%, unggul jauh dari capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan capres nomor urut 1 Anies Baswedan yang masing-masing meraih 24%.

Adapun rilis terbaru ini merupakan koreksi dari publikasi The Economist pada Rabu (24/1/2024) lalu yang menyebut elektabilitas Prabowo mencapai 50%.

“Hasil ini telah diperbarui untuk mengecualikan jajak pendapat yang kami anggap tidak dapat diandalkan,” demikian keterangan catatan redaksi The Economist, dikutip Jumat (26/1/2024).

Pada laporan sebelumnya, elektabilitas Prabowo disebut menyentuh 50%, diikuti Ganjar di peringkat dua dengan perolehan 23%, sementara Anies meraih angka 21%. Angka-angka tersebut diperoleh pada 16 Januari 2024.

BACA JUGA:   Kisruh Gugatan Cerai Ditolak Pengadilan, Ibu Mertua Tasya Kamila Unggah Pesan Khusus

The Economist menyebut bahwa mereka memantau perkembangan survei capres RI sejak Januari 2023 hingga pertengahan Januari 2024. Pada survei sebelumnya yaitu 11 Januari 2024, Prabowo meraih 46%, Anies 25%, sementara Ganjar meraup 23%.

Kendati demikian, hasil survei ini mendapatkan beragam sorotan karena tidak terdapat penjelasan terkait lembaga survei yang dirujuk, hingga mekanisme dan metode sigi yang dilakukan.

Indikator Politik

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming cenderung stagnan di kisaran 45%, sehingga belum dapat dipastikan Pilpres 2024 berlangsung satu putaran.

Dalam survei Indikator ini, elektabilitas Prabowo-Gibran memang masih jauh ungguli (45,71%) paslon nomor urut 1 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (25,47%) dan paslon nomor urut 3 Ganjar Prabowo – Mahfud MD (22,96%).

Meski demikian jika dibanding dengan survei Indikator pada 23 November – 1 Desember 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran (45,8%) cenderung stagnan (turun 0,01%). Padahal kubu paslon 02 selalu menggembor keinginan pilpres satu putaran, dengan dalil penghematan anggaran.

BACA JUGA:   Erik Ten Hag Dipecat Jika MU Dikalahkan Liverpool?

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyimpulkan, hasil survei terbaru ini menunjukkan pilpres satu maupun dua putaran masih sama-sama terbuka. Menurutnya, semua tergantung dinamika politik 27 hari ke depan—sebelum hari pencoblosan pada 14 Februari 2024.

Jika dua putaran, Burhanuddin meyakini Prabowo-Gibran akan lolos. Sementara, Anies-Imin dan Ganjar-Mahfud akan bersaing ketat untuk menemani Prabowo-Gibran.

“Itu belum clear [pasti] karena paslon 01 [Anies-Imin] dan 03 [Ganjar-Mahfud] punya peluang yang secara statistik sama. Meskipun secara absolute Anies Baswedan lebih besar peluang untuk masuk putaran kedua mendampingi Pak Prabowo,” ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil survei secara daring, Kamis (18/1/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google
News

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER