Friday, April 19, 2024
HomeInternasionalXi Jinping Janji ke Biden Tak Akan Ikut Campur Pilpres AS

Xi Jinping Janji ke Biden Tak Akan Ikut Campur Pilpres AS


Jakarta, CNN Indonesia

Presiden China Xi Jinping disebut berjanji kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahwa negaranya tak akan ikut campur dalam pemilihan umum (pemilu) AS November mendatang.

Dua sumber yang mengetahui pembicaraan itu mengatakan kepada CNN bahwa Xi berjanji demikian saat bertemu dengan Biden pada November lalu.

Pada bulan itu, Xi bicara berjam-jam dengan Biden di California untuk meredakan ketegangan militer dan ekonomi kedua negara tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut salah satu sumber, Biden yang pertama kali mengangkat masalah intervensi pemilu.

Dikutip dari CNN, pekan lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan di Bangkok. Sama seperti Biden, Sullivan mengangkat topik ini dalam pembicaraannya dengan Wang.

Wang pun menawarkan Sullivan jaminan yang sama seperti yang diberikan Xi kepada Biden yakni bahwa Beijing tidak akan ikut campur dalam pemilu AS musim gugur ini.

BACA JUGA:   Musuh Putin Alexei Navalny Disebut 'Hilang' dari Penjara Rusia

Potensi China untuk ikut campur atau mempengaruhi pemilu AS telah berulang kali dikemukakan dalam pertemuan tingkat senior antara kedua negara.

Tuduhan-tuduhan itu menandakan hubungan AS-China yang semakin tegang dan betapa waspada para pejabat Washington dengan campur tangan asing.

AS kemungkinan besar tak mau lagi kejadian pada 2016 terulang kembali saat badan-badan intelijen Rusia meretas Komite Nasional Demokrat dan merilis email untuk merusak kampanye presiden Hillary Clinton.

Pasalnya, sejak saat itu, agen-agen Iran, Kuba, dan China dilaporkan terus mencoba mempengaruhi pemilu AS, menurut laporan intelijen publik AS. Meskipun tidak ada satupun dari upaya itu yang seagresif operasi Rusia pada 2016.

Lebih lanjut, meski China sudah berjanji tidak akan ikut campur dalam pemilu 2024 AS, para peretas Beijing masih menjadi kekuatan kuat yang diwaspadai Washington.

Beberapa bulan terakhir, pejabat keamanan nasional AS terang-terangan memperingatkan bahwa operasi siber China telah menggali masuk ke dalam jaringan komputer di sektor maritim dan transportasi.

FBI dan Departemen Kehakiman AS pun menggunakan perintah pengadilan untuk mencoba mengurangi dampak operasi peretasan China.

BACA JUGA:   Gelombang Dingin di Korsel, Suhu Drop sampai Minus 12 Derajat Celsius

Sejarah campur tangan China dalam pemilu

China sejak dulu dikenal kerap mencoba mempengaruhi pemilu Amerika Serikat. Meski begitu, upaya Beijing lebih pasif dibandingkan Rusia.

Menurut laporan intelijen AS yang dideklasifikasi pada Desember, pejabat senior China sejak 2020 telah memberikan arahan kepada operator Beijing untuk mengintensifkan upaya untuk mempengaruhi kebijakan dan opini publik AS demi kepentingan China.

Upaya itu termasuk menggunakan akun media sosial palsu untuk menyerang politikus AS secara daring.

Microsoft memperingatkan pada September bahwa operasi China menggunakan gambar Patung Liberty dan simbol-simbol kehidupan AS lainnya, yang dihasilkan AI, untuk meniru pemilih AS secara online dan memprovokasi diskusi tentang isu-isu politik yang memecah belah.

(blq/rds/bac)

[Gambas:Video CNN]



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER