Friday, April 12, 2024
HomeBisnisKeren, Pimpinan Houthi Sendiri yang Minta Kapal Minyak Indonesia Melenggang Aman di...

Keren, Pimpinan Houthi Sendiri yang Minta Kapal Minyak Indonesia Melenggang Aman di Laut Merah

Bisnis.com, JAKARTA – Ternyata, keamanan Gamsunoro, kapal minyak Indonesia di Laut Merah dijaga oleh salah satu pimpinan Houthi Yaman.

Dia adalah uru Bicara (Jubir) Houthi Yaman Brigjen Yahya Saree menegaskan agar kapal-kapal yang tak menuju Israel atau sekembalinya dari sana aman melewati laut Merah termasuk Gamsunoro Indonesia.

Sebagaimana diketahui, kapal minyak Indonesia sempat membuat geger dunia internasional lantaran berhasil melenggang dengan aman di Laut Merah yang jadi arena konflik.

Padahal selain Gamsunoro Indonesia, kapal niaga yang menuju Israel atau sebaliknya lewat laut Merah dirudal Houthi Yaman tanpa ampun.

Dua kapal tanker Aframax yang melewati Bab al-Mandab pada 17 Januari setelah sebelumnya menyimpang dari Laut Merah adalah Gamsunoro berbendera Indonesia dan Free Spirit berbendera Kepulauan Marshall

“Kedua kapal tanker tersebut membawa bahan bakar berat dan terakhir singgah di Fujairah, salah satu pusat bahan bakar minyak terbesar di dunia – di Uni Emirat Arab (UEA),” jelas Al Arabiya.

BACA JUGA:   Sosok Penjual Kopi Keliling Terduga Teroris Di Tangerang, Biasa Mangkal Di RS Kawasan Pasar Kemis

Namun alangkah mengejutkan saat ternyata Houthi Yaman memutuskan untuk membiarkan kapal minyak Indonesia.

Laporan mengatakan bahwa salah satu alasannya yakni lantaran kapal minyak Indonesia memberikan kode kepada Houthi dengan menyebut “Indonesian Owner (Pemilik Indonesia Red-)”.

Karena Indonesia bukan termasuk negara yang bersitegang dengan Yaman dan Palestina, maka Houthi mengizinkan Gamsunoro untuk melenggang dengan aman.

Hal ini berbeda dengan Inggris yang merupakan sekutu Amerika Serikat. Kapal milik kerajaan Inggris diserang Houthi saat memasuki wilayah tersebut pada hari yang hampir bersamaan.

Kabar terbaru menyebut bahwa Houthi Yaman mengatakan mereka menyerang pangkalan bergerak Angkatan Laut AS di laut pada tanggal 29 Januari tanpa memberikan bukti, sesuatu yang langsung ditolak oleh seorang pejabat pertahanan Amerika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google
News

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER