Monday, April 15, 2024
HomeInternasionalQatar Sebut Hamas Tanggapi Positif Rencana Gencatan Senjata

Qatar Sebut Hamas Tanggapi Positif Rencana Gencatan Senjata


Jakarta, CNN Indonesia

Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan bahwa Hamas memberikan tanggapan positif terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Israel dan pembebasan sandera di Gaza.

“Kami telah menerima balasan dari Hamas sehubungan dengan kerangka umum perjanjian mengenai sandera. Balasan tersebut mencakup beberapa komentar, namun secara umum positif,” kata Mohammed dalam konferensi pers di Doha bersama Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Selasa (6/2) malam seperti dilaporkan Aljazeera.

Sementara itu, Blinken mengatakan dia akan menyampaikan tanggapan Hamas mengenai kesepakatan penyanderaan ke Israel pada hari Rabu (7/2) besok dan menyebutnya “penting” untuk bergerak maju.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun kami tetap yakin bahwa kesepakatan itu mungkin dan memang penting, dan kami akan terus bekerja tanpa henti untuk mencapainya,” kata Blinken.

Diberitakan AFP, sebelumnya Hamas mengatakan pihaknya menyerahkan tanggapan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang bertujuan menghentikan perang dengan Israel kepada mediator utama.

BACA JUGA:   3 Tentara AS Tewas di Suriah sampai Netanyahu Tuduh Hamas Nazi Baru

“Beberapa waktu lalu, gerakan Hamas menyampaikan tanggapannya terhadap kerangka perjanjian tersebut kepada saudara-saudara di Qatar dan Mesir,” kata sebuah pernyataan, mengacu pada “gencatan senjata yang komprehensif dan penuh”.

Perang Hamas dan Israel sudah berkecamuk sejak Oktober 2023. Awalnya Hamas menyerang wilayah Israel hingga menewaskan 1.160 orang, Israel menyerang balik hingga setidaknya 27.239 orang tewas.

Kedua kubu sempat gencatan senjata pada akhir November. Sekitar 100 orang sandera Hamas sempat dibebaskan saat itu dan Israel menyatakan 132 orang masih berada di Gaza termasuk 27 sandera yang diyakini sudah tewas.

(pua/pua)

[Gambas:Video CNN]



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER