Monday, April 15, 2024
HomeInternasionalPM Palestina Ungkap Alasan Mundur di Tengah 'Tekanan' AS soal Gaza

PM Palestina Ungkap Alasan Mundur di Tengah ‘Tekanan’ AS soal Gaza


Jakarta, CNN Indonesia

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh buka suara soal alasannya mengundurkan diri dari jabatan pada Senin (26/2).

Saat mengumumkan pengunduran dirinya di depan wartawan di Ramallah, Stayyeh menuturkan keputusannya ini diambil karena “eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya” di Tepi Barat dan Yerusalem.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Shtayyeh juga memaparkan “peperangan, genosida, hingga kelaparan di Jalur Gaza” dalam pengumuman pengunduran dirinya tersebut.

Shtayyeh mencatat ada upaya menjadikan (Otoritas Palestina) sebagai administratif dan keamanan tanpa pengaruh politik.”

“Dan otoritas Palestina akan terus berjuang mewujudkan negara di tanah Palestina meskipun ada pendudukan (Israel),” ucap Shtayyeh seperti dikutip Al Jazeera.

Dalam kesempatan itu, Shtayyeh juga menuturkan ia memutuskan mundur demi memungkinkan konsensus luas di antara rakyat Palestina tercapai mengenai pengaturan politik pasca-agresi Israel berlangsung di Jalur Gaza.

BACA JUGA:   Biden Kontak Netanyahu, Desak Perlindungan Warga & Pengungsi di Rafah

Dikutip Reuters, pengunduran diri Shtayyeh berlangsung d saat tekanan dari Amerika Serikat terhadap Presiden Palestina Mahmoud Abbas terus meningkat demi menggoyahkan Otoritas Palestina seiring dengan semakin luasnya dukungan internasional terhadap gencatan senjata di Gaza.

Di kesempatan itu, Shtayyeh juga menyerukan Palestina segera menerapkan “langkah-langkah politik dan pemerintah baru” di tengah perang yang sedang berlangsung di Gaza.

“Tahap selanjutnya dan tantangan-tantangannya memerlukan langkah-langkah pemerintah dan politik baru yang mempertimbangkan realitas baru di Jalur Gaza,” ucap Shtayyeh seperti dikutip AFP.

Shtayyeh kembali menyerukan konsensus antar sesama kelompok politik di Palestina dan “perluasan kekuasaan Otoritas Palestina di seluruh tanah Palestina.”

(rds)

[Gambas:Video CNN]



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER