Tuesday, July 16, 2024
HomeInternasionalSerang Konvoi Bantuan Gaza, AS Sanksi Kelompok Ekstremis Israel

Serang Konvoi Bantuan Gaza, AS Sanksi Kelompok Ekstremis Israel


Jakarta, CNN Indonesia

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada kelompok ekstremis Israel, Tzav 9, karena menghalangi dan merusak konvoi bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza, Palestina.

Tzav 9 merupakan kelompok yang bertujuan mencegah bantuan apa pun masuk ke Gaza. AS menuduh kelompok itu menjarah dan membakar truk-truk bantuan.

“Bantuan kemanusiaan sangat penting untuk mencegah krisis kemanusiaan di Gaza memburuk dan untuk mengurangi risiko kelaparan,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, mengutip Aljazeera, Sabtu (15/6).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pemerintah Israel bertanggung jawab memastikan keselamatan dan keamanan konvoi kemanusiaan yang transit di Israel dan Tepi Barat dalam perjalanan ke Gaza. Kami tidak akan mentolerir tindakan sabotase dan kekerasan yang menargetkan bantuan kemanusiaan yang sangat penting ini.”

Selama berbulan-bulan, kelompok sayap kanan Israel ini telah melakukan protes dan memblokir jalan untuk mencegah pengiriman bantuan ke Gaza. Hal ini semakin mempersulit bantuan yang sangat dibutuhkan ke wilayah tersebut.

BACA JUGA:   VIDEO: Palestina Akan Sambut Natal Diliputi Duka Gegara Agresi Israel

Dalam beberapa pekan terakhir, para pengunjuk rasa telah meningkatkan serangan mereka terhadap konvoi-konvoi, terutama ketika mereka melewati Tepi Barat yang diduduki. Bulan lalu, mereka membakar dua truk bantuan di daerah Bukit Hebron, sebuah serangan yang dituduhkan oleh Departemen Luar Negeri AS kepada Tzav 9.

Sanksi itu berupa pemblokiran aset-aset kelompok tersebut di AS dan sebagian besar melarang warga negara AS untuk melakukan transaksi dengan mereka.

Sanksi-sanksi tersebut diberlakukan berdasarkan perintah eksekutif yang dikeluarkan Presiden AS Joe Biden yang menetapkan kerangka hukum untuk hukuman AS terhadap individu dan entitas yang “merongrong perdamaian, keamanan, dan stabilitas” di Tepi Barat.

Pekan lalu, pemerintahan Biden mengeluarkan perintah yang sama untuk memberikan sanksi kepada Lion’s Den, sebuah kelompok bersenjata Palestina.

Namun, Washington menolak seruan untuk menghukum para pejabat Israel yang bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Menteri Keamanan Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich yang berhaluan ultranasionalis.

Senator AS Chris Van Hollen mendesak pemerintahan Biden untuk menggunakan perintah eksekutif untuk menyasar Smotrich.

BACA JUGA:   Israel Serang Sekolah di Gaza, Sedikitnya 25 Orang Tewas

“Dalam pandangan saya, Smotrich harus dikenai sanksi di bawah EO ini,” kata Van Hollen.

Smotrich telah menahan pajak yang harus dibayarkan kepada Otoritas Palestina. Pada bulan Maret, ia juga menyatakan bahwa 800 hektar di Tepi Barat adalah tanah negara Israel.

“Anda punya orang yang pada dasarnya bertujuan untuk mengambil alih seluruh Tepi Barat,” kata Van Hollen.

Democracy for the Arab World Now (DAWN), organisasi advokasi yang merekomendasikan pemberian sanksi kepada Tzav 9, menyambut baik pemberian sanksi itu. Mereka juga meminta Biden untuk menyasar entitas-entitas dan individu-individu yang membantu mendanai dan mengizinkan kelompok tersebut.

“Pengungkapan baru-baru ini bahwa Menteri Israel Itamar Ben-Gvir memerintahkan polisi untuk mundur dan mengizinkan Tzav 9 memblokir konvoi bantuan kemanusiaan menunjukkan bagaimana strategi kelaparan yang tercela ini dikoordinasikan mulai dari para aktivis pemukim muda hingga ke tingkat tertinggi pemerintah Israel,” kata Michael Schaeffer Omer-Man, direktur penelitian Israel-Palestina di DAWN, dalam sebuah pernyataan.

“AS tidak boleh terus mengabaikan keterlibatan pemerintah Israel dalam kejahatan ini dan harus segera menerapkan sanksi kepada Ben-Gvir.”

BACA JUGA:   RI Kutuk Rencana Israel Mau Usir Paksa Warga Palestina dari Gaza

Para pegiat hak asasi manusia juga meminta Washington untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya ke wilayah Gaza.

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]




Source link

BERITA TERKAIT
spot_img

BERITA POPULER