Thursday, March 13, 2025
HomeNasionalCari 17 Pekerja Tambang yang Hilang Tertimbun Longsor Gorontalo, Ini yang Dilakukan...

Cari 17 Pekerja Tambang yang Hilang Tertimbun Longsor Gorontalo, Ini yang Dilakukan Basarnas

TEMPO.CO, Jakarta –  Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengerahkan tim petugas SAR gabungan untuk mencari 17 pekerja tambang emas yang masih hilang tertimbun longsor di Suwawa Timur, Bone Bolango, Gorontalo. Direktur Operasi Basarnas Brigjend TNI Edy Prakoso mengatakan 17 orang penambang merupakan bagian dari total 33 orang korban tanah longsor pada areal tambang emas rakyat di Suwawa Timur.

Identitas ke-17 orang tersebut sudah didapatkan oleh petugas SAR gabungan. “Mereka mayoritas adalah laki-laki dan satu perempuan dan saat ini keberadaan para korban masih berstatus hilang dalam pencarian sejak kemarin malam Minggu, 7 Juli 2024,” ujar Edy pada Senin, 8 Juli 2024.

Operasi SAR hari kedua ini, Edy mengatakan jumlah petugas gabungan yang dikerahkan ke lokasi tambang emas Suwawa Timur sebanyak 206 orang. Mereka juga membawa dua unit alat berat dan satu unit helikopter.

Tim tersebut masing-masing terdiri dari personel Kantor SAR Gorontalo sebanyak 25 orang. Selebihnya merupakan tenaga bantuan dari personel Kepolisian Daerah Gorontalo, Korem Batalyon 173, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo, Kelompok Pencinta Alam dan seterusnya.    

BACA JUGA:   Jalur Nol Emisi Vale Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berdasarkan laporan terkini dari Posko SAR Utama pada Senin siang, jumlah korban sudah bertambah dari delapan menjadi 11 orang yang meninggal dunia. Delapan di antaranya sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo lalu beberapa sudah berada di rumah duka dan tiga masih di lokasi longsor.

Iklan

Kemudian sebanyak lima orang selamat dalam keadaan luka-luka ringan dan berat seperti patah tulang di bagian kaki dan tulang belakang. Mereka sudah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Para warga dan anggota keluarga turut membantu petugas SAR gabungan untuk melakukan proses evakuasi korban yang berhasil ditemukan dari lokasi longsor tersebut.

Meski akses ke lokasi longsor cukup sulit yakni berjarak lebih dari 20 kilometer dari jalan utama tapi, Edy memastikan bahwa personel SAR gabungan akan bertugas secara maksimal dengan harapan semua korban dapat ditemukan setidaknya kurang dari tujuh hari ke depan.

Pilihan Editor:Mobil Dinas Gibran 2 Hari Parkir di Depan Lobi Mal, Begini Respons Pengelola

BACA JUGA:   Vanuatu Diguncang Gempa Lagi, Kali Ini M 6,1



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER