Monday, May 25, 2026
HomeBisnisPandji Penuhi Panggilan Bareskrim, Dicecar 48 Pertanyaan soal Materi Adat Toraja

Pandji Penuhi Panggilan Bareskrim, Dicecar 48 Pertanyaan soal Materi Adat Toraja

Bisnis.com, JAKARTA — Komika Pandji Pragiwaksono telah memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dalam kasus dugaan pelecehan budaya dan adat Toraja.

Dalam kedatangannya itu, Pandji didampingi oleh Haris Azhar selaku kuasa hukumnya. Pemeriksaan ini juga merupakan yang perdana dijalani Pandji dalam kasus tersebut.

“Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan dan sudah ada bisa dilihat publik juga. Tapi mungkin ini meneruskan laporan aja kali ya. Saya ikutin prosesnya aja,” ujar Pandji di Bareskrim, Senin (2/2/2026).

Dia menambahkan, sejatinya dalam perkara ini dirinya telah melakukan komunikasi dengan perwakilan masyarakat Toraja. Pembicaraan itu pun, kata Pandji, berlangsung dengan baik.

“Yang pasti dialog sama perwakilan masyarakat sudah terjadi dan ada niat baik untuk melakukan pertemuan. Pembicaraan sudah berlanjut. Nanti kita lihat saja seperti apa, lagi nunggu kesempatan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Komika yang tergabung dalam The Founder ini menjelaskan bahwa pemeriksaan dirinya terkait perkara ini dilakukan sejak 11.00 WIB.

Selang sekitar tujuh jam kemudian, Pandji keluar dari Gedung Bareskrim Polri. Secara total, penyidik telah melayangkan 48 pertanyaan terkait materi stand up comedy adat Toraja dalam pemeriksaan kali ini.

BACA JUGA:   Bobby Kritik PDAM Tirtanadi: Air Cokelat, Kadang Hidup Kadang Tidak

“48 pertanyaan, seputar materi video stand up saya, materi dalam video saya,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Pandji dilaporkan atas materi stand up comedy yang dibawakan saat menggelar pertunjukan bertajuk Mesakke Bangsaku pada 2013 silam. Setelah sekitar 13 tahun berlalu, potongan video pertunjukkan Pandji itu kemudian viral di media sosial baru-baru ini. 

Adapun, materi yang menuai polemik itu yakni soal candaan terkait budaya pemakaman adat Toraja. Kala itu, Pandji menyebutkan bahwa adat pemakaman orang Toraja itu mahal, sehingga membuat warga kurang mampu hanya bisa disimpan di ruang tamu.

Kemudian, Pandji menyinggung bagi tamu yang datang ke rumah orang Toraja kurang mampu itu akan kebingungan karena ada jenazah berada di ruang tamu. Sontak, candaan tersebut membuat gelak tawa penonton.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER