Tuesday, March 17, 2026
HomeHiburanFilm Ada K-Pop dalam Koplo Berlatar Yogyakarta dan Korea

Film Ada K-Pop dalam Koplo Berlatar Yogyakarta dan Korea

DAERAH Istimewa Yogyakarta (DIY) turut menjadi lokasi pengambilan gambar utama dalam produksi film berjudul Ada K-Pop dalam Koplo atau AKDK. Film terbaru garapan sutradara Arwin Tri Wardhana itu dibintangi sejumlah aktor Tanah Air seperti Ariyo Wahab, Indra Birowo, Elang El Gibran, hingga Sheryl Jesslyn.

“Selain di Korea Selatan, pengambilan gambar film ini juga dilakukan di sejumlah titik di Yogyakarta,” kata Arwin Tri Wardhana dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu 11 Maret 2026. Titik yang dimaksud antara lain Dusun Tegal Senggotan yang terletak di Tirtonirmolo, Bantul serta kawasan Taman Budaya Embung Giwangan di Kota Yogyakarta.

Pemilihan lokasi Yogyakarta dan Korea Selatan pada film bergenre drama komedi itu memiliki alasan tersendiri. Arwin menuturkan, dalam film yang masih belum diungkap kapan target tayang di bioskop itu, memang berupaya menghadirkan narasi lokal yang kuat. Sebelum mempertemukan dan menyandingkannya dengan nuansa urban khas Korea Selatan. Seperti jalanan Hongdae, tepi Sungai Hangang, hingga kawasan Bandara Internasional Incheon.

Pilihan Editor: Alasan Genre Musik Koplo dan Melayu Masuk Kategori Baru AMI Awards 2023

BACA JUGA:   Wagub Kepri Hadiri Peluncuran Indeks Pencegahan Korupsi (IPKD) MCP 2025 - Mimbarkepri.co

Sinopsis Film Ada K-Pop dalam Koplo

Film ini sendiri bercerita tentang seorang gadis di Korea Selatan yang kehilangan arah pasca ditinggal pergi sang ibu. Kemudian ia memilih berkarier sebagai penyanyi. Namun perjalanannya sebagai penyanyi Korean Pop atau K-Pop, ternyata tidak mudah. Ia dihadapkan berbagai dinamika yang menghambat. Hingga akhirnya ia memutuskan melakukan perjalanan ke Indonesia untuk menemukan jawaban atas persoalannya. 

Sesampai di Indonesia, kultur K-Pop yang melekat padanya mau tak mau bertemu dengan kultur musik koplo di Indonesia. Namun dinamika perjalanannya ke Indonesia itu jugalah yang membawanya bisa bertemu kembali dengan sang ibu yang sempat hilang kabar. Dari pertemuan dua budaya yang jauh berbeda ini, penonton pun diajak melihat potret lebih dekat. Tentang bagaimana akulturasi budaya secara serius namun santai dibalut unsur komedi.

Adapun narasi tentang lokalitas khas Indonesia dengan latar Yogyakarta pada film itu, juga diperkuat dengan peluncuran original soundtrack film itu berjudul “Silul”. Lagu ciptaan musisi Andry Priyanta itu telah diluncurkan lebih dulu melalui kolaborasi grup musik lokal Om Wawes bersama Guyon Waton pada Sabtu, 7 Maret 2026 lalu.

BACA JUGA:   Park Bo Young dan Jinyoung GOT7 akan Bintangi Drama Romantis Baru tvN

Produser Eksekutif Film AKDK Danang Wicaksana Sulistya atau akrab disapa Danang Dancel menuturkan, film yang masih menjalani proses produksi di Korea Selatan itu, berupaya menghadirkan atmosfer cerita yang jujur. Bagaimana ketika dua kebudayaan saling bertemu.

“Pengambilan gambar hingga Korea Selatan untuk memperkuat atmosfer cerita yang menggabungkan semangat musik koplo Indonesia dengan fenomena K-Pop yang mendunia,” kata dia. “Kami berharap film ini dapat segera selesai dan tayang di bioskop sebagai tontonan segar yang menggabungkan humor, musik, serta kisah lintas budaya yang memikat,” ucap Danang menambahkan.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER