Sunday, March 22, 2026
HomeBisnisPrabowo Bantah RI Mau Ikut Bayar Iuran US$1 Miliar Board of Peace

Prabowo Bantah RI Mau Ikut Bayar Iuran US$1 Miliar Board of Peace

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbang US$1 miliar atau setara sekitar Rp16,9 triliun kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah bergabung dengan BoP yang diklaim bakal membangun ulang Gaza khususnya usai dibombardir Israel sejak akhir 2023 lalu.

“Jadi, kami tidak pernah mengatakan bahwa kami mau ikut iuran US$1 miliar,” ujar Prabowo dalam wawancaranya, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah, Sabtu (21/3/3026).

Tidak hanya itu, Prabowo turut menegaskan bahwa tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada AS terkait dengan keikutsertaan Indonesia dalam BoP. 

Hal ini, menurutnya, ditandai dengan absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors sebelumnya. Prabowo menjelaskan, pertemuan BoP pada 19 Februari 2026 lalu adalah pertemuan founding donors, di mana masing-masing pihak menyumbang.

“Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tetapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tegas Presiden ke-8 itu.

BACA JUGA:   Siasat Prabowo Bertameng Jokowi di Debat Pertama Capres

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana.

“Kami menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” katanya.

Meski demikian, Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan ketika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai, maka kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.

“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kami punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” jelasnya.

Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP.

“Tidak ada komitmen sama sekali,” pungkas Presiden.

Adapun beberapa negara lain masuk dalam anggota BoP selain Indonesia, seperti Arab Saudi, Qatar, Mesir hingga Israel. 

Seperti diberitakan sebelumnya, iuran US$1 miliar itu diperlukan untuk mendapatkan kursi keanggotaan di Board of Peace.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER