Wednesday, March 25, 2026
HomeBisnisDPLK Avrist Ungkap Dampak Obligasi di Tengah Volatilitas Suku Bunga

DPLK Avrist Ungkap Dampak Obligasi di Tengah Volatilitas Suku Bunga

Bisnis.com, JAKARTA — Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK Avrist mengungkapkan beberapa dampak turun atau naiknya suku bunga terhadap instrumen investasi seperti obligasi. 

President Director DPLK Avrist, Firmansyah mengatakan portofolionya saat ini didominasi oleh instrumen pasar uang (money market) dan obligasi. Sebab itu, perubahan suku bunga menjadi faktor yang dimonitor secara aktif.

Firmansyah mengungkapkan apabila suku bunga meningkat, maka yield instrumen baru akan lebih menarik dan obligasi existing berpotensi mengalami penyesuaian harga. Namun, imbuhnya, reinvestment opportunity menjadi lebih baik dalam jangka menengah.

“Jika suku bunga menurun, obligasi berpotensi memberikan capital gain. Namun, yield instrumen baru menjadi lebih rendah,” katanya, dikutip pada Selasa (24/3/2026).

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa strategi DPLK Avrist adalah menjaga keseimbangan antara stabilitas yielddan fleksibilitas likuiditas melalui pengelolaan duration obligasi dan penempatan pada instrumen berkualitas tinggi.

Adapun untuk menjaga imbal hasil investasi tetap optimal, Firmansyah membeberkan pihaknya fokus pada tiga hal utama. Pertama, menyediakan pilihan paket investasi sesuai profil risiko peserta.

BACA JUGA:   Jadwal Semifinal Copa America 2024: Argentina vs Kanada, Uruguay vs Kolombia

“Kami menyediakan beberapa pilihan paket investasi mulai dari yang konservatif hingga moderat agar peserta dapat menyesuaikan dengan horizon pensiun mereka,” ucapnya.

Kedua, lanjutnya, fokus pada kualitas aset investasi. DPLK Avrist lebih menekankan pada kualitas kredit obligasi, stabilitas yield, serta likuiditas dibandingkan mengejar return tinggi yang berisiko.

Ketiga, imbuhnya, aktif melalukan monitoring terhadap fund performance. Pihaknya melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja portofolio dan kondisi pasar untuk memastikan positioning investasi tetap optimal.

“Pendekatan ini sejalan dengan filosofi kami bahwa dana pensiun harus dikelola secara prudent, konsisten, dan sustainable,” sebut Firmansyah.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan dinamika pasar keuangan global berpotensi memengaruhi kinerja investasi industri dana pensiun pada 2026. Termasuk juga kemungkinan penurunan imbal hasil seiring perubahan arah suku bunga.

Menanggapi hal itu, DPLK Avrist membenarkan bahwa dinamika pasar global dan perubahan arah suku bunga berpotensi memengaruhi kinerja investasi industri dana pensiun. Kendati demikian, Firmansyah menilai dampak itu relatif lebih terkelola karena model investasinya berbasis pada pilihan paket investasi peserta (participant directed investment).

BACA JUGA:   Empat Tahun Pacaran, Ranty Maria Dilamar Rayn Wijaya di Tempat Impiannya

“Yang mana penempatan dana difokuskan pada instrumen yang prudent seperti money market dan fixed income,” sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, dana pensiun memiliki karakteristik investasi jangka panjang, sehingga volatilitas jangka pendek tidak serta merta menjadi risiko fundamental, melainkan bagian dari siklus pasar yang harus dikelola secara disiplin.

“Kami melihat kondisi ini justru mempertegas pentingnya pengelolaan investasi yang konservatif, tata kelola risiko yang kuat, serta transparansi kepada peserta dalam memilih profil investasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” tegasnya.

Di lain sisi, jelasnya, DPLK Avrist menegaskan hasil investasi memang menjadi salah satu komponen pembentuk manfaat pensiun. Akan tetapi, yang lebih menentukan dalam jangka panjang adalah konsistensi iuran dan disiplin investasi.

“Sebagai pengelola dana pensiun, prioritas kami bukan mengejar return tertinggi, tetapi memastikan dana peserta tumbuh secara sehat, stabil, dan berkelanjutan. Filosofi kami sederhana yakni return yang baik adalah return yang sustainable,” pungkasnya.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER