Saturday, June 6, 2026
HomeBisnisAksi Teatrikal Slank Saat Rilis Album Penuh Kritik Sosial Bertajuk Republik Fufufafa

Aksi Teatrikal Slank Saat Rilis Album Penuh Kritik Sosial Bertajuk Republik Fufufafa

Bisnis.com, JAKARTA — Grup band rock legendaris Indonesia, Slank, secara resmi meluncurkan album studio ke-26 mereka yang bertajuk “Republik Fufufafa” di Markas Slank, Jalan Potlot 14, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (5/6) petang.

Peluncuran album ini dibuka dengan penampilan teatrikal dari Slank yang mencuri perhatian. Para personel tiba di Jalan Potlot menggunakan odong-odong berwarna kuning. Saat turun dari kendaraan tersebut, mereka tampil kompak mengenakan topeng orangutan.

Usai memasuki area markas, para personel berpose bersama di depan sebuah instalasi berbentuk bak mandi. Rangkaian aksi kemudian berlanjut dengan orasi yang mereka sampaikan di dekat tiang bendera yang dikibarkan setengah tiang.

“Selama republik berdiri, Slank gak bakal mati. Selama seni, budaya, musik, dan kebebasan berekspresi gak dilarang atau dihalang-halangi, masih ada harapan untuk negeri ini,” kata Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Setelah itu, para personel Slank mengerek bendera yang semula berada pada posisi setengah tiang hingga berkibar penuh. Mereka lalu berdiri tegap dan memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian aksi simbolik yang ditampilkan.

BACA JUGA:   TPN Ganjar-Mahfud: Prabowo Dapat Maruarar, Kami Dapat Slank

Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau yang akrab disapa Kaka, menjelaskan bahwa 5 Juni 2026 dipilih secara khusus sebagai hari peluncuran album terbaru mereka. Menurutnya, tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang mana memiliki makna yang selaras dengan pesan yang ingin mereka sampaikan.

Melalui album terbarunya, Slank kembali mengangkat isu-isu sosial yang kritis dalam sejumlah lagu. Beberapa di antaranya menyoroti perilaku manusia yang dilandasi keserakahan serta dampaknya terhadap kerusakan lingkungan dan alam.

“Lirik-lirik di album ini bukan hal yang mengada-ada. Kita mencoba men-capture dari berita-berita yang ada di media tentang kondisi yang ada,” ungkapnya.

Dalam album ini, Kaka mengatakan Slank berupaya menerjemahkan berbagai fenomena sosial yang ramai diberitakan ke dalam karya musik. Baginya, menghadirkan lagu-lagu yang merefleksikan realitas sosial merupakan salah satu bentuk kontribusi musisi dalam merespons situasi yang tengah terjadi di masyarakat.

Di sisi musikalitas, album Republik Fufufafa menawarkan warna yang lebih beragam dibanding karya-karya sebelumnya. Slank menghadirkan berbagai sentuhan genre, mulai dari rock alternatif, rock and roll, hingga balada melankolis yang emosional.

BACA JUGA:   Golkar Klaim Prabowo Bela Bahlil dalam Kisruh Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Lirik-lirik yang digunakan pun dikemas dengan bahasa yang sederhana tetapi sarat pesan sehingga tetap mencerminkan karakter khas dan semangat “slengean” yang selama ini melekat pada identitas Slank.

Sebelum meluncurkan album Republik Fufufafa, Slank lebih dulu memperkenalkan dua single, yakni Republik Fufufafa dan PPN 12%. Kedua lagu tersebut juga merupakan bagian dari album terbaru mereka.

Dalam peluncuran album ini, mereka juga melakukan perilisan video musik untuk single berikutnya berjudul Rusak Ancur. Lagu ciptaan Bimo Setiawan Almachzumi tersebut menjadi medium bagi Slank untuk menyuarakan kritik terhadap kerusakan lingkungan yang dinilai terjadi akibat ulah berbagai pihak.

Video klip Rusak Ancur dijadwalkan tayang pada malam hari ini, tepat pukul 00.00 WIB.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER