Sunday, March 15, 2026
HomeNasionalCholil Nafis: Prabowo Janji Mundur dari BoP jika Tak Manfaat

Cholil Nafis: Prabowo Janji Mundur dari BoP jika Tak Manfaat

PRESIDEN Prabowo Subianto kembali berjanji akan meninggalkan Dewan Perdamaian atau Board of Peace. Janji itu dia sampaikan dalam acara buka puasa bersama organisasi masyarakat Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam, 5 Maret 2026.

Prabowo membicarakan peluang tersebut saat memaparkan kebijakan pemerintah Indonesia di hadapan para tamu undangan. “Soal BoP, beliau bertekad untuk kemerdekaan Palestina. Jika memang tidak untuk Palestina, beliau siap mundur,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Dakwah Cholil Nafis seusai acara buka puasa.

Prabowo, kata Cholil, berkomitmen bahwa semua yang dia lakukan di Board of Peace adalah untuk kemerdekaan Palestina. Meski begitu, Cholil berujar, Prabowo tidak memberikan kepastian soal tenggat waktu kapan akan mundur dari Dewan Perdamaian jika tidak sesuai harapan.

Menurut Cholil Nafis, janji yang sama pernah Prabowo sampaikan dalam pertemuan dengan ormas Islam di Istana pada bulan lalu. “Janji bahwa (Board of Peace) untuk kebermanfaatan Palestina itu,” tuturnya.

Peserta acara lainnya, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie, membenarkan bahwa Prabowo kembali menyampaikan janji keluar dari Board of Peace. “Kalau terbukti memang tidak sesuai dengan agenda kepentingan yang kita perjuangkan, ya siap keluar,” kata Jimly.

BACA JUGA:   Kabar Buruk MU, Lisandro Martinez Absen hingga Akhir Musim?

Informasi yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Majelis Syura Front Persaudaraan Islam (FPI) Hanif Alatas. “Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, enggak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri. Pernyataannya seperti itu,” kata Hanif.

Janji yang sama bukan pertama kalinya dilontarkan Prabowo. Pada awal Februari 2026, Prabowo juga mengumpulkan organisasi masyrakat Islam di Istana Kepresidenan untuk membahas Board of Peace. Ketika itu, Prabowo menyampaikan janji yang sama.

Ketika itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan pemerintah bisa keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace. Indonesia akan meninggalkan lembaga besutan Amerika Serikat itu jika tujuan-tujuannya, seperti kemerdekaan Palestina, tidak tercapai.

Menurut Sugiono, pemerintah membuka opsi mundur dari organisasi tersebut jika tidak sesuai dengan visi dan misi perdamaian. “Ya, kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan,” kata Sugiono di Istana Kepresidenan, Selasa, 3 Februari 2026.

BACA JUGA:   JDT Salahkan FAM usai 3 Pemain Dihukum FIFA

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER