Friday, April 19, 2024
HomeBatamWarga Rempang Akan Direlokasi ke Dapur 3 Sijantung, Selama Tinggal di Hunian...

Warga Rempang Akan Direlokasi ke Dapur 3 Sijantung, Selama Tinggal di Hunian Sementara Dapat Biaya Hidup Rp 1,2 Juta per Orang

BATAMUPDATE.COM, BATAM – Untuk menampung masyarakat Rempang yang terdampak pembangunan proyek  Strategis nasional Rempang Eco-City, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) telah menyiapkan hunian sementara, sambil menunggu pembangunan hunia permanen.

Hunian Sementara itu telah disiapkan , diantaranya Rusun BP Batam; Rusun Pemko Batam; Rusun Jamsostek; serta ruko dan rumah.

Setiap orang dalam satu keluarga akan mendapatkan biaya hidup yang sebelumnya sebesar Rp 1.034.636 per orang, dinaikkan menjadi Rp 1,2 juta per orang dalam satu KK. Biaya hidup per orang tersebut termasuk biaya air, listrik, dan kebutuhan lainnya.

Selain biaya hidup, masyarakat juga akan mendapatkan biaya sewa sebesar Rp 1,2 juta per bulan, yang naik dari sebelumnya sebesar Rp 1 juta.

Apabila nantinya masyarakat memilih untuk tinggal di tempat saudara atau diluar hunian yang telah disediakan, maka uang sewa ini akan diberikan kepada masyarakat tersebut, setiap bulannya.

“Hunian baru dan biaya hidup ini, kami berikan sampai rumah permanen baru masyarakat Rempang yang terdampak selesai dibangun,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Selasa (12/9/2023).

BACA JUGA:   STS Crane mulai Operasi di Pelabuhan Batuampar

Sedangkan untuk hunian permanen Ariastuty atau yang akrab disapa Tuty ini menjelaskan, Hunian tetap yang disiapkan itu berupa rumah type 45 senilai Rp 120 juta dengan luas tanah maksimal 500 m2.

Hunian itu, berada di kawasan Dapur 3 Sijantung, yang sangat menguntungkan untuk melaut dan menyandarkan kapal.

Lokasi hunian baru tersebut, akan diberi nama “Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City”. Program ini memiliki slogan “Tinggal di Kampung Baru yang Maju, Agar Sejahtera Anak Cucu”.

Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City akan menjadi kampung percontohan di Indonesia sebagai kampung nelayan modern dan maju.

Sebab, di Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City itu akan tersedia berbagai fasilitas pendidikan lengkap (SD, SMP hingga SMA), pusat layanan kesehatan, olahraga dan sosial.

Selanjutnya tersedia fasilitas ibadah (Masjid dan Gereja); fasilitas Tempat Pemakaman Umum yang tertata dan fasilitas Dermaga untuk kapal-kapal nelayan dan trans hub.

Pembangunan hunian baru, akan dijalankan selama 12 bulan setelah pematangan lahan. Ditargetkan, hunian tahap 1 akan selesai pada bulan Agustus 2024 mendatang.

BACA JUGA:   Antusiasme Warga Batam pada Operasi Pasar Murah, Dengan Tujuan Membantu Ekonomi Keluarga

“BP Batam akan semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat Rempang Galang,” papar dia. (*/man)

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER