Monday, April 15, 2024
HomeInternasionalAlasan Thailand Wajibkan Pelancong Bawa Uang Tunai

Alasan Thailand Wajibkan Pelancong Bawa Uang Tunai


Jakarta, CNN Indonesia

Imigrasi Thailand mewajibkan para pelancong yang hendak ke Negeri Gajah Putih untuk membawa sejumlah uang tunai.

Aturan ini sudah lama diterapkan oleh otoritas Thailand. Namun, baru ramai belakangan terutama setelah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand, mengumumkannya secara resmi minggu ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan di Instagram, KBRI Bangkok menyebut syarat-syarat untuk bepergian ke Thailand antara lain memiliki paspor dengan masa berlaku paling sedikit enam bulan, memiliki tiket pulang-pergi, memiliki bukti pemesanan akomodasi/hotel selama berada di Thailand, serta memiliki bukti kemampuan finansial untuk menunjang biaya hidup selama di Thailand.

Syarat ini secara umum sama seperti syarat keimigrasian negara lainnya, termasuk Indonesia. Namun, syarat untuk menunjukkan bukti kemampuan finansial menjadi yang paling mencolok dan diperdebatkan netizen RI.

KBRI Bangkok menyebut warga negara Indonesia (WNI) yang ingin ke Thailand diimbau membawa uang senilai 15-20 ribu baht per orang atau sekitar Rp6,5 juta sampai Rp8,6 juta.

BACA JUGA:   Bulan Sabit Merah Sebut 100 Truk Bantuan Memasuki Gaza Akhir Pekan Ini

Netizen pun mengeluhkan anjuran ini karena merasa nominal tersebut terlampau besar jika hanya ingin pergi beberapa hari saja.

Kenapa Thailand mewajibkan pelancong membawa uang tunai?

Minister Counsellor/Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Bangkok, Dewi Lestari, mengatakan pihak imigrasi Thailand diduga menetapkan aturan ini untuk mencegah kasus perdagangan orang atau human trafficking yang marak di Indonesia.

“Adanya WNI yang menjadi korban trafficking yang dipekerjakan dalam bidang scamming online yang transit melalui Thailand kemudian dibawa ke negara lain untuk dipekerjakan menjadi scammer. Hal-hal seperti ini juga ditujukan untuk mencegah kondisi seperti itu, di samping juga untuk mencegah kasus WNI yang terlantar di Thailand dengan tujuan kedatangan sebagai turis,” kata Dewi dalam wawancara bersama RRI Pro 3 yang diunggah di Instagram KBRI Bangkok, Jumat (23/2).

Dewi berujar aturan ini termaktub dalam undang-undang keimigrasian Thailand B.E. 2522 yang rilis pada 1979.

Bab 2 (Chapter 2) dalam beleid mengatur tentang aturan masuk dan keluar dari Thailand. Khusus pada bagian 12 (Section 12), mengatur tentang orang asing yang masuk dalam kriteria tertentu tidak diizinkan masuk ke Negeri Gajah Putih.

BACA JUGA:   Eks PM Thailand Yingluck Shinawatra Bebas dari Kasus Korupsi Rp109,8 M

“Di mana salah satunya disebutkan [tidak boleh masuk ke Thailand] apabila tidak memiliki uang. Itu yang membuat imigrasi melakukan random check bahwa orang ini memang punya kemampuan finansial untuk membiayai selama dia tinggal di Thailand,” ujar dia.

Dewi menyebut karena aturan ini, KBRI Bangkok pun menetapkan imbauan agar WNI yang hendak melancong ke Negeri Gajah Putih membawa uang 15-20 ribu baht atau sekitar Rp6,5 juta sampai Rp8,6 juta.

KBRI menetapkan jumlah tersebut berdasarkan informasi yang mereka terima di lapangan dari para WNI yang mengalami penolakan serta keterangan petugas imigrasi Thailand.

“Mereka menyebutkan angka kisaran 15 ribu sampai 20 ribu baht. Lima belas ribu itu biasanya kalau datang sendiri, kalau dia datang berkeluarga minimal 20 ribu,” kata Dewi.

“Apakah kemudian harus 15 ribu itu dalam bentuk cash atau misalnya dia bawa 5 ribu kemudian dia menunjukkan bukti bahwa dia punya di rekening 10 ribu baht, itu bergantung pada petugas yang melakukan verifikasi di lapangan,” imbuh dia.

BACA JUGA:   Hasil Piala Asia 2023: Supachai Chaided Cetak Brace Bawa Thailand Taklukkan Kirgistan

Menurut Dewi, ketentuan membawa uang tunai ini sendiri ditetapkan setelah KBRI Bangkok menerima banyak laporan bahwa WNI kerap ditolak masuk oleh imigrasi negara itu.

Para WNI ditolak karena tidak mampu menunjukkan bukti kemampuan finansial untuk membiayai dirinya selama di Thailand.

“Dalam kasus-kasus yang kita tangani itu WNI sama sekali enggak bawa uang cash. Bahkan ada kasus di mana ketika di deny entry, karena deny entry itu berada di dalam, sebelum lewat imigrasi, mereka enggak bisa beli makanan ketika misalnya harus nunggu tiket pulang ke Indonesia karena sama sekali tidak ada uang cash,” ucap Dewi.

(blq/bac)

[Gambas:Video CNN]



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER