TEMPO.CO, Jakarta – Dua anggota BTS, Jungkook dan Taehyung (V) tiba-tiba menyapa penggemar lewat sesi Instagram Live dari dalam mobil di Los Angeles, pada Kamis dini hari, 17 Juli 2025. Mereka dikabarkan berada di Amerika untuk mempersiapkan comeback album terbaru BTS tahun depan.
Live ini tidak diumumkan sebelumnya, dan dilakukan secara spontan sekitar pukul 4 pagi waktu Indonesia. Banyak penggemar, terutama dari Asia Tenggara, yang mengaku baru mengetahui setelah live selesai.
Jungkook dan Taehyung BTS Ikut Gerakan Aura Framing
Salah satu akun fanbase besar BTS, @innthv_ membagikan video tangkapan layar yang memperlihatkan momen saat keduanya secara spontan melakukan gerakan tangan tren Pacu Jalur alias aura farming. Gerakan aura farming ini mendunia saat ini berkat aksi bocah Indonesia, Rayyan Arkan Dhika yang menari di atas perahu yang dikayuh peserta lomba Pacu Jalur di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singigi, Provinsi Riau.
Di kolom komentar unggahan tersebut, ramai ARMY yang menyesal karena tidak menyaksikan live secara langsung. Yang menarik, momen ketika Jungkook dan V BTS menirukan gerakan tangan khas penari cilik di perahu Pacu Jalur ini berlangsung sangat natural. Mereka tampak hafal dan menikmati gerakan tersebut, seolah sudah akrab dengan tren yang berasal dari tradisi Riau itu.
Reaksi fans pun membanjiri media sosial. Banyak akun fans yang mulai membagikan tangkapan layar serupa dan netizen memuji betapa globalnya tren ini telah menyebar. “Udah di tahap trend Indonesia di notice ama member BTS, kemaren tung tung tung sahur di notice RM, sekarang trend pacu jalur di notice duo bokem (bocah kembar). Jangan² semua member tau ni trend.” “Ehhh dinotice akhirnya,” “Seneng banget BTS sampe tau pacu jalur, menyala indonesia ku.”
Momen ini menjadi salah satu highlight viral di komunitas ARMY Indonesia. Banyak yang menyebut video itu sebagai pertemuan budaya lokal Indonesia dengan dua superstar K-pop dunia dalam satu live IG dadakan.
Dari Sungai Kuansing ke Grup Idol Korea
Sosok di balik tren aura framing yang tengah mendunia adalah Rayyan Arkan Dikha, atau akrab disapa Dhika. Anak berusia 9 tahun asal Kuantan Singingi, Riau ini mendadak viral lewat aksinya menari penuh semangat di atas perahu tradisional dalam lomba Pacu Jalur. Perlombaan tradisional yang sudah menjadi warisan masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Kuantan.
Dengan mengenakan pakaian adat Melayu berwarna hitam dan kacamata hitam, penampilan Dhika yang ekspresif dan enerjik membuatnya viral di media sosial sebagai “black shirt on boat“. Aksi Dhika di atas perahu mulai dikenal lewat TikTok sejak 2024, menggantikan posisi sang kakak dalam tim dayung Tuah Koghi.
Kelincahannya menari bahkan menarik perhatian hingga ke luar negeri, termasuk influencer asal Amerika Serikat, Cullen Honohan. Honohan menjulukinya “The Reaper”, karena dianggap mampu “mengambil jiwa” lawan dengan semangatnya yang membakar.
Dalam unggahan terbaru akun media Korea, koreadispatch, terlihat potongan-potongan video dari beberapa idol lain yang juga mengikuti tren ini. Mulai dari member ENHYPEN, NCT, RIIZE, hingga aktor dan penyanyi Payu turut mencoba tren serta gaya pose yang sama, dengan latar musik viral “Melly Mike – Young Black & Rich”.
Video kompilasi itu menunjukkan bahwa tren yang dipopulerkan Dhika, bocah 9 tahun asal Riau, benar-benar telah menembus batas negara dan budaya, diadopsi secara kreatif oleh bintang-bintang Korea dalam berbagai konten mereka. Tren ini bukan hanya viral, tapi juga memperlihatkan bagaimana budaya lokal bisa menjadi referensi global di era digital.

