Friday, May 1, 2026
HomeBisnisEkspor Batam Turun, Kapal dan Kakao Jadi Pemberat

Ekspor Batam Turun, Kapal dan Kakao Jadi Pemberat

Bisnis.com, BATAM — Nilai ekspor Kota Batam pada periode Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3,10 miliar atau mengalami penurunan 3,67% secara tahunan (year-on-year/YoY). Penurunan tersebut tidak terjadi secara merata, melainkan terkonsentrasi pada dua sektor utama, yakni industri kapal serta komoditas kakao/cokelat.

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa koreksi terbesar berasal dari ekspor kapal yang turun sekitar US$433,65 juta dan ekspor kakao/cokelat yang berkurang sekitar US$91,23 juta.

“Data menunjukkan bahwa koreksi ekspor Batam tidak bersifat menyeluruh, tetapi spesifik pada sektor tertentu. Karena itu, respons yang kami siapkan juga harus presisi, dengan memahami sumber tekanan secara langsung di lapangan,” ujar Fary, dikutip Jumat (1/5/2026).

Untuk memastikan penyebab penurunan, pihaknya melakukan peninjauan langsung serta dialog dengan pelaku usaha di kedua sektor tersebut. Hasilnya, tekanan kinerja ekspor saat ini didominasi oleh faktor eksternal.

Pada sektor industri kapal, penurunan dipengaruhi oleh melemahnya permintaan global serta berakhirnya siklus pesanan besar pada periode sebelumnya. Selain itu, industri ini juga sensitif terhadap fluktuasi harga energi dan dinamika geopolitik global.

BACA JUGA:   MK Sebut Pengujian UU pada 2024 Terbanyak Dibandingkan Tahun-tahun Sebelumnya

Sementara itu, pada sektor kakao/cokelat, aktivitas produksi tetap berjalan, tetapi realisasi ekspor melambat akibat kenaikan biaya bahan baku dan logistik, serta meningkatnya kehati-hatian pasar global.

Meski demikian, sejumlah sektor lain justru menunjukkan kinerja positif. Komoditas minyak, bahan kimia, serta mesin dan peralatan listrik mengalami peningkatan signifikan. Sektor mesin dan listrik bahkan mencatat kenaikan terbesar dengan tambahan nilai ekspor sekitar US$309 juta.

Fary menegaskan bahwa struktur ekspor Batam masih kuat dan ditopang oleh sektor manufaktur berbasis teknologi, sehingga mampu menjaga daya tahan di tengah tekanan global.

Sebagai langkah respons, BP Batam akan melakukan intervensi terarah melalui penguatan komunikasi dengan pelaku usaha, percepatan penanganan hambatan logistik dan biaya, serta koordinasi lintas instansi guna merespons berbagai faktor eksternal.

“Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga sektor yang sedang tertekan sekaligus memperkuat sektor lain yang tetap tumbuh sebagai penopang utama ekspor Batam,” kata Fary.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor Batam dinilai tetap solid, adaptif, dan memiliki daya tahan yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BACA JUGA:   Realisasi Investasi Batam Meningkat, Awal 2024 Tumbuh 85%

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER