Wednesday, May 13, 2026
HomeBisnisGen Z Disebut “Generasi Stroberi”, Pakar UKM Tekankan Pentingnya Resiliensi Mental

Gen Z Disebut “Generasi Stroberi”, Pakar UKM Tekankan Pentingnya Resiliensi Mental

Bisnis.com, MALANG — Generasi Z sering kali dilabeli sebagai generasi stroberi, layaknya buah stroberi yang tampak segar dan memikat di luar, mereka dianggap sangat rentan memar dan hancur ketika mendapat sedikit saja tekanan sehingga perlu Penawar berupa resiliensi mental sehingga dapatu bermental baja menghadapi tantangan.

Pakar Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Assoc Prof.  Nasrudin Subhi, mengatakan ancaman nyata yang dihadapi generasi muda sekarang bukan lagi sekadar setumpuk tugas makalah atau ujian akhir yang menegangkan. 

“Kalian berhadapan dengan monster siber seperti perundungan online hingga jebakan penyalahgunaan zat berbahaya yang siap menggerus mental,” paparnya,

saat memberikan kuliah tamu internasional bertajuk From Risk to Resilience: Psychological Approaches in Youth Development di Aula GKB IV lantai 4 Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (8/5/2026).

Dia menyoroti akar masalah yang kerap bermula dari pola asuh keluarga modern yang terlalu memanjakan anak. Akibatnya, saat remaja masuk ke dunia perkuliahan yang menuntut kemandirian ekstrem, benturan realitas atau culture shock tidak dapat dielakkan. 

BACA JUGA:   Polisi Sebut Korban Kekerasan Daycare di Yogya 53 Anak

Jika krisis transisi ini dibiarkan tanpa kendali, dampaknya bisa sangat fatal, mulai dari memicu depresi hingga tindakan agresi.

Untuk memutus rantai kerentanan itu, diau menawarkan penawar berupa resiliensi mental. Langkah esensial pertama adalah berani membangun sikap asertif di lingkungan pertemanan kampus.

“Ingat, kita harus memiliki sifat asertif. Artinya, Anda tahu kapan harus mengatakan ‘ya’ dan punya keberanian mutlak untuk menolak demi kebaikan diri sendiri,” tegasnya.

Selain regulasi emosi yang proporsional, pertahanan diri ini wajib ditopang oleh jejaring dukungan sosial (social support).

“Jangan asal bergaul. Carilah teman yang tidak hanya hadir saat senang, tetapi kelompok sahabat yang bersedia menemani dan saling menegur di waktu susah,” pesannya.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER