Wednesday, April 17, 2024
HomeNasionalBeda Sikap dengan Rektor, Guru Besar UNDIP Serukan Darurat Demokrasi

Beda Sikap dengan Rektor, Guru Besar UNDIP Serukan Darurat Demokrasi


Semarang, CNN Indonesia

Seruan darurat demokrasi ikut disuarakan sejumlah guru besar, alumni dan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) di taman depan Gedung Widya Puraya Universitas Diponegoro Semarang, Rabu (7/2).

Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini dipimpin oleh Nur Hidayat Sardini, salah satu dosen pengajar Ilmu Politik Undip. Dalam orasinya Nur Hidayat menyampaikan bila negara saat ini dalam kondisi darurat demokrasi di mana penguasa terlibat cawe-cawe dan berpihak pada proses Pemilu 2024.

Komunitas guru besar, dosen dan mahasiswa Undip ini pun memberikan pernyataan sikap yang dibacakan oleh salah satu guru besar Undip Muhammad Nur.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami mendesak penyelenggara negara untuk kembali kepada penegakan pilar-pilar demokrasi pancasila yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur pancasila. Terdapat fakta adanya pencideraan terhadap nilai-nilai etika luhur yang seharusnya menjadi ‘benteng terakhir’ dalam mengawal konstitusi sekaligus pilar-pilar kehidupan demokrasi. Hari ini kita melihat bagaimana nilai-nilai kehidupan
berdemokrasi didegradasi secara terang-terangan, etika dan moral dalam kehidupan berdemokrasi telah dirusak hingga mencapai titik nadir,” kata Muhammad Nur yang membacakan beberapa poin pernyataan sikap.

BACA JUGA:   Kriss Hatta Disangka Jadi Pilot, Begini Faktanya

Nur Hidayat Sardini menegaskan meski diisi oleh guru besar, dosen dan mahasiswa, acara aksi pernyataan sikap “Indonesia Dalam Darurat Demokrasi” bukanlah pernyataan sikap resmi dari Universitas Diponegoro yang saat ini dipimpin Yos Johan Utama sebagai rektor.

“Ini yang dinyatakan oleh komunitas akademis terdiri atas guru besar, dosen, alumni dan mahasiswa. Saya tidak bisa mengatakan kalau ini mewakili Undip ya, ini mewakili komunitas yang hadir sebagian, bahwa ada problem yang kami lihat. Kalau ada rektor berarti itu mewakili Undip, tapi kalau kami komunitas ini tidak bisa disebut mewakili Undip,” tegas Sardini.

Dalam acara ini sempat terlihat Ketua Tim Koordinator Relawan Ganjar-Mahfud Jawa Tengah, Daniel Toto Indiyono, ikut menonton. Daniel terlihat mengenakan kaos dan jaket Pilpres 2019 lalu yang bergambar dan bertuliskan Jokowi-Maruf.

Usai acara, Daniel juga terlihat menyapa dan bersalaman dengan beberapa guru besar dan alumni yang ikut dalam aksi pernyataan sikap.

BACA JUGA:   Rival Timnas Indonesia Tebar Ancaman Jelang Piala Asia 2023, Pelatih Jepang: Kami Ingin Tampil Sempurna

(dmr/isn)

[Gambas:Video CNN]



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER