Bisnis.com, SEMARANG – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan selama periode mudik Lebaran 2026. Pertumbuhan itu terjadi secara akumulatif pada periode 13–19 Maret 2026.
Berdasarkan data posko mudik Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, tercatat sebanyak 565 unit pesawat melakukan kedatangan dan keberangkatan dari Semarang. Realisasi itu mencerminkan kenaikan 18,2% year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, jumlah penumpang yang melakukan keberangkatan dan kedatangan dari bandara ini turut tumbuh 7,7% YoY menjadi 63.940 orang selama periode 13–19 Maret 2026.
Bandara ini mencatatkan puncak arus mudik sejak 14 Maret 2026. Pada saat itu, sebanyak 86 unit pesawat tercatat melakukan keberangkatan dan kedatangan ke Semarang. Realisasi ini tumbuh 34,4% YoY dibandingkan 14 Maret 2025.
Sementara itu, jumlah penumpang pada tanggal tersebut naik 28,7% YoY menjadi 10.241 orang yang melakukan keberangkatan dan kedatangan. Puncak arus mudik selanjutnya terjadi pada Kamis (19/3).
Pada Kamis (19/3), trafik pesawat tercatat sebesar 77 pergerakan yang meliputi kedatangan dan keberangkatan dari bandara ini. Realisasi ini mencerminkan kenaikan 6,9% YoY dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, total penumpang turut tumbuh 7,2% YoY menjadi 8.616 orang selama pukul 00.00–23.59 WIB pada hari tersebut.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menerangkan bahwa kebijakan bekerja secara jarak jauh telah membuat lonjakan arus mudik terjadi lebih awal.
“Kebijakan Work From Anywhere menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan serta menunjukkan masih tingginya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi udara dari dan ke Semarang,” ujar Sulistyo Yulianto dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (20/3/2026).
Ihwal lonjakan arus mudik pada Kamis (19/3), Sulistyo menerangkan bahwa pihaknya telah memprediksi hal tersebut. Ia juga memprediksi lonjakan penumpang pada Sabtu (28/3/2026) sebesar 11.480 penumpang.
“Secara total periode posko, pergerakan penumpang diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya.
Sulistyo menerangkan, selain berfokus pada kesiapan operasional dan personel bandara dalam menghadapi lonjakan penumpang, pihaknya juga memastikan kesiapan untuk mengantisipasi banjir. Hal itu meliputi pembuatan tanggul perimeter sisi udara dengan panjang 1.361 m dan tinggi 0,9 m, penambahan kolam hisap berkapasitas 720 m³, menyiagakan total 60 pompa di tiga titik rumah pompa, serta ketersediaan water pond sisi udara berkapasitas 20.790 m³ dan sisi darat berkapasitas 144.613 m³.
Manajemen bandara juga melakukan koordinasi dengan AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan untuk memantau perkembangan cuaca secara real time dan memastikan setiap keputusan operasional dilakukan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

