Tuesday, September 15, 2026
HomeInternasionalDigempur Rudal hingga Drone, Saudi Tegaskan Siap Balas Houthi

Digempur Rudal hingga Drone, Saudi Tegaskan Siap Balas Houthi


Jakarta, CNN Indonesia

Arab Saudi berjanji akan membalas serangan milisi penguasa Yaman Houthi usai digempur rudal balistik dan drone. Dalam rilis resmi Koalisi Saudi dan pemerintah Yaman menyatakan akan membalas serangan dengan tegas.

“[Koalisi] akan menangani serangan itu dengan tegas demi melindungi kedaulatan Kerajaan,” demikian keterangan Koalisi Saudi seperti dikutip AFP, Selasa (15/9). 

“[Kami juga] akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah tindakan bermusuhan dan ekstremis,” lanjut pernyataan tersebut. 



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu muncul usai Houthi menggempur pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait tenggara Saudi menggunakan drone dan rudal balistik Salah satu saksi menyampaikan telah mendengar ledakan dahsyat dan api berkobar cukup lama.

Pada Selasa (15/9) dini hari, Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara di enam wilayah. Koalisi juga mengonfirmasi ada serangan drone di Khamis Mushai, Abha, dan Taifi.

BACA JUGA:   Efek Ronaldo, Pegolf Jon Rahm Terima Tawaran Rp8,7 Triliun dari Saudi

Imbas gempuran tersebut, 13 orang terluka, tujuh rumah dan dua kendaraan hancur.

Menurut Houthi, Saudi membalas dengan meluncurkan 50 serangan. Belum ada pernyataan resmi dari Riyadh soal ini.

Selain menyerang Saudi, Houthi juga menggempur pasukan pemerintah Yaman hingga menewaskan delapan personel.

Dalam beberapa waktu terakhir, Saudi dan Houthi saling gempur. Mereka menyerang infrastruktur seperti bandara hingga gudang senjata.

Pertempuran itu terjadi di tengah perang Amerika Serikat dan Iran terutama di Selat Hormuz.

Houthi disebut-sebut sebagai milisi yang didukung dan didanai Iran. Namun, Teheran membantah terlibat dalam serangan yang dilakukan Houthi ke Saudi.

Saudi sementara itu merupakan sekutu AS. Di luar ini, Riyadh dan Houthi memang punya rekam jejak permusuhan sejak lama.

(isa/dna)



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER