Friday, September 18, 2026
HomeBisnisBTN (BBTN) Rilis Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan Tahap II Rp2 Triliun

BTN (BBTN) Rilis Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan Tahap II Rp2 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) kembali menghimpun dana dari pasar modal melalui penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan nilai pokok sebesar Rp2 triliun.

Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp10 triliun.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 ini terbagi dalam dua seri. Seri A ditawarkan sebesar Rp950,00 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,05%, sedangkan Seri B sebesar Rp1,05 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,25%.

Perseroan menjelaskan, obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok Obligasi Berwawasan Sosial. Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi Berwawasan Sosial. 

Pembayaran bunga Obligasi Berwawasan Sosial pertama akan dilakukan pada 6 Januari 2027 sedangkan pembayaran bunga Obligasi Berwawasan Sosial terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri Obligasi Berwawasan Sosial adalah pada 16 Oktober 2027 untuk Seri A dan 6 Oktober 2029 untuk Seri B.

BACA JUGA:   Kim Soo Hyun Diduga Kirim Video Pakaian Dalam saat Kim Sae Ron Masih di Bawah Umur

BTN akan menggunakan dana hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, untuk membiayai atau membiayai kembali proyek sosial baru maupun yang sudah berjalan.

Proyek tersebut mencakup penyediaan infrastruktur dasar yang terjangkau dari sisi akses dan harga, perumahan terjangkau, penciptaan lapangan kerja, serta program pencegahan dan pengurangan pengangguran, termasuk pembiayaan usaha kecil dan menengah serta pembiayaan mikro.

BTN menargetkan seluruh dana dari setiap penerbitan dalam kerangka kerja tersebut dapat tersalurkan dalam waktu paling lama dua tahun sejak tanggal penerbitan. Perseroan akan mengalokasikan 80% hingga 100% dana untuk pembiayaan baru, sedangkan porsi pembiayaan kembali maksimal 20%.

Untuk pembiayaan kembali, BTN menetapkan periode tinjauan maksimal tiga tahun terhadap proyek yang dibiayai ulang.

BTN juga akan menerapkan alokasi dana yang fleksibel untuk setiap kategori proyek sosial sepanjang memenuhi kriteria penggunaan dana (Use of Proceeds) dalam kerangka kerja. Perseroan akan mengungkapkan realisasi alokasi dana tersebut melalui laporan tahunan penggunaan dana (allocation reporting) sesuai dengan praktik pasar yang berlaku umum.

BACA JUGA:   Gol Indah Thom Haye ke Gawang Filipina Disebut Mirip Gol Gonzales

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER