Friday, June 21, 2024
HomeBatamUMKM yang Lolos Kurasi Dapat Mengikuti Acara Gebyar Melayu Pesisir September Seluruh...

UMKM yang Lolos Kurasi Dapat Mengikuti Acara Gebyar Melayu Pesisir September Seluruh Gubernur se-Sumatera Ikut Hadir

BATAMUPDATE.COM, BATAM – Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau (Kepri) memeriahkan peringatan HUT ke-78 RI di Kabupaten Natuna dengan menyelenggarakan Road to Gebyar Melayu Pesisir.

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2023 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi momen istimewa bagi masyarakat Kepri, khususnya Kabupaten Natuna.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, bertindak langsung sebagai inspektur upacara di Natuna. Upacara dihadiri oleh Gubernur Kepri, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kepri, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, dan Bupati Natuna beserta jajaran.

Kepala Perwakilan BI Kepri Suryono mengatakan, Road to Gebyar Melayu Pesisir di Kabupaten Natuna diselenggarakan dalam bentuk kurasi produk potensial yang diikuti oleh UMKM dari seluruh Natuna.

“Tercatat 46 UMKM berhasil lolos kurasi dengan kategori produk kain, kriya, dan makanan olahan. Selain itu, untuk mendorong digitalisasi UMKM khususnya pada aspek sistem pembayaran, Road to Gebyar Melayu Pesisir juga memfasilitasi onboarding QRIS bagi 31 UMKM bekerjasama dengan perbankan,” kata Suryono, Kamis (17/8/2023).

Ia menjelaskan hal tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan inklusivitas pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM.

Ke depannya UMKM Kabupaten Natuna yang lolos kurasi akan diikutsertakan pada puncak acara Gebyar Melayu Pesisir pada akhir September bersinergi dengan forum subregional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang dihadiri gubernur se-Sumatera, serta delegasi dari Malaysia dan Thailand.

BACA JUGA:   Update Hasil Real Count Pilpres 2024, 1 Maret: Anies-Imin, Prabowo-Gibran, Ganjar-Mahfud

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BI Kepri juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengendali Inflasi Daerah Tahun 2023 yang diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, bertindak langsung sebagai inspektur upacara.

“Penghargaan diserahkan langsung oleh Mendagri Tito merupakan bentuk apresiasi Gubernur Kepri atas kontribusi Bank Indonesia Kepri dalam upaya mengendalikan inflasi melalui sinergi program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP),” ujar dia.

Ia menjelaskan pada bulan Juli 2023, Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan 2 (dua) kota di Provinsi Kepri mengalami inflasi sebesar 0,27 persen (mtm) atau 0,89 persen (ytd) yang tercatat sebagai inflasi tahun kalender terendah nasional. Sementara itu, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,29 persen (yoy) atau telah berada dalam rentang sasaran inflasi 3,0±1 persen.

“Inflasi IHK Gabungan 2 Kota di Provinsi Kepri secara tahun kalender (year-to-date) merupakan yang terendah se-Indonesia selama tiga periode berturut-turut, yaitu bulan Mei -Juli 2023,” kata Suryono.

Menurutnya, inflasi yang terkendali tersebut tidak terlepas dari program GNPIP Kepri 2023 yang diluncurkan di Kabupaten Lingga pada Maret 2023.

GNPIP Kepri 2023 memiliki tema “KEPRI BERSAHABAT (BERkolaborasi dalam StAbilisasi Harga dan pAsokan Bahan pangan AnTar daerah) yang terdiri dari tujuh program unggulan, yaitu optimalisasi operasi pasar/pasar murah, penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD), peningkatan pemanfaatan alsintan dan sarana prasarana produksi pertanian, penguatan ketahanan komoditas pangan strategis.

BACA JUGA:   Prabowo-Gibran Pacu Ekonomi Kerakyatan Berbasis Hilirisasi

Kemudian penguatan koordinasi dan monitoring dalam rangka optimalisasi program fasilitasi distribusi pangan, penguatan infrastruktur TIK, digitalisasi dan data pangan, dan penguatan koordinasi dan komunikasi.

Salah satu implementasi program unggulan GNPIP adalah pelaksanaan sekolah lapang kepada kelompok petani di Kabupaten Natuna.

“Kegiatan yang merupakan hasil sinergi BI Kepri, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, serta Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BPSIP) Kepri bertujuan untuk menopang ketersediaan pasokan komoditas cabai merah di Kabupaten Natuna,” kata dia.

Inflasi yang terkendali ini tidak terlepas dari program GNPIP Kepri 2023 yang diluncurkan di Kabupaten Lingga pada Maret 2023. GNPIP Kepri 2023 memiliki tema “KEPRI BERSAHABAT (BERkolaborasi dalam StAbilisasi Harga dan pAsokan Bahan pangan AnTar daerah) yang terdiri dari 7 (tujuh) program unggulan

Tujuh program unggulan itu yaitu (1) optimalisasi operasi pasar/pasar murah, (2) penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD), (3) peningkatan pemanfaatan alsintan dan sarana prasarana produksi pertanian,

(4) penguatan ketahanan komoditas pangan strategis, (5) penguatan koordinasi dan monitoring dalam rangka optimalisasi program fasilitasi distribusi pangan, (6) penguatan infrastruktur TIK, digitalisasi dan data pangan, dan (7) penguatan koordinasi dan komunikasi.

BACA JUGA:   Raih Penghargaan Shopee Super Awards 2023, Ini Cerita Penjual Sandal Asal Bogor yang Berhasil Ekspor

Salah satu implementasi dari 7 (tujuh) program unggulan GNPIP adalah pelaksanaan sekolah lapang kepada kelompok petani di Kabupaten Natuna.

Kegiatan yang merupakan hasil sinergi Bank Indonesia Kepri, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, serta Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BPSIP) Kepri bertujuan untuk menopang ketersediaan pasokan komoditas cabai merah di Kabupaten Natuna.

Para petani dari Kelompok Petani Muda Desa Harapan Jaya dan tenaga penyuluh pertanian lapangan dibekali dengan pemahaman terkait budidaya cabai merah menggunakan metode Produksi Lipat Ganda (Proliga).

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjadi alih teknologi budidaya sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian cabai merah Kabupaten Natuna.

Sementara itu, perekonomian Provinsi Kepri tumbuh kuat pada triwulan II 2023, yaitu sebesar 5,04 persen (yoy). Selain itu, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri meningkat sebesar 5,77 persen (ctc) secara kumulatif pada Semester I 2023 dan merupakan yang tertinggi di wilayah Sumatera.

Hal ini disebabkan oleh tetap kuatnya pertumbuhan sektor konstruksi dan pariwisata sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kepri terutama didorong oleh investasi dan konsumsi rumah tangga.
(*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

BERITA POPULER